Dimensi pertama, pelajar kriminal, berinilai -2, pada dimensi ini berada dalam komunitas pelajar baik saling berhubungan atau tidak berhubungan hidup dalam dunia mengerikan, perbuatan-perbuatannya mencuri, mencopet, merompok, minum-minuman keras, drugs, prostitusi, bahkan membunuh, yang jelas pelajar dalam kelompok ini terperangkap dalam dunia keji baik itu secara sadar maupun tidak sadar, baik sengaja atau tidak sengaja .
Dimensi kedua, pelajar fantasi, diberi nilai –1, pelajar di dimensi ini hidup di dunia khayal, dengan game dan time zone nya, buku-buku komik, anime, film, iklan, mode….sehingga mereka lupa dengan diri nya sendiri, mereka ini hidup di alam mimpi, khayal dan angan-angan mereka jadi sosok yang jagoan, sosok yang keren sesuai dengan idola mereka, suka pamer, nongkrong-nongkrong, ngeceng-ngeceng, dan tauran.
Dimensi ketiga, pelajar romantis, di beri nilai 0, pelajar di dimensi ini pelajar yang sedang di mabuk cinta,di telan asmara, kerja nya pacaran atau mencari pacar, kencan, atau mencari teman kencan, sebagian hidup nya sering di sibukkan dengankegiatan-kegiatan interaksi dengan pasapangan lawan jenisnya, pikiran dan hatinya terpengaruh oleh kondisi romantisme ini …kadang-kadang memotipasi keadaan lebih baik memacu prestasi kadang-kadang sebaliknya.
Dimensi keempat, pelajar prestasi, diberi nilai +1, pelajar di dimensi ini pelajar yang sadar dan mengoptimalkan dirinya mengembangkan minat, bakat, dan potensinya untuk berprestasi sebaik- baiknya, bisa prestasi di akademis, prestasi di bidang seni, olahraga, keagamaan, atau juga prestasi dimasyarakat dengan aktif di organisasi-organisasi yang dapat mengaktuallisasikan diri nya.
Dimensi kelima, pelajar ideal, diberi nilai +2, pelajar di dimensi ini pelajar yang sudah sholeh, cerdas, proaktif, mudah bergaul dengan di dimensi pelajar manapun dan disukai, berkepemimpinan… seluruh karakter yang menempel di di nya selalu positif.