Kekecewaan sering terjadi sekarang ini dialami oleh teman-teman videographi, dimana jerih payahnya seakan tidak dihargai, bahkan hak intelektualnya pun diabaikan. klean dengan banyak alasan ang tidak masuk akal dan seakan akan memang mencari alasan untuk menghindar dari tanggung jawabnya untuk membayar jasa sang videography ini.
Seperti yyang dialami oleh sabahat di media sosial saya. Ibie Loco, beliau menceritakan kekejaman klean nya. yang terus berusaha mengelak dari tanggung jawabny untuk membayar jasanya. dengan alasan video kurang maksimal dan masih banyak hal yang harus diperbaiki dan bla,bla, bla.....
Berselang beberapa saat video yang buat oleh ibie muncul di medsos pemesan haram tersebut.
Sabar ya sobat, semoga ada balasan bagi yang telah menganiaya mu.
Kenapa buat video itu "Mahal", menuurut Ibie Loco.
Pra produksi
Produksi
foto: Turnamen Bola Liga Gemilang, Stadion Hadimurtala Kota Banda Aceh
Pasca produksi
Setelah selesai biasanya kita kirim file rendah dulu ke client buat ngecek, atau kita langsung ketemu client untuk melihat hasilnya kira" ada yang perlu direvisi atau tidak (jika sudah dibayar lunas) walau kenyataannya setiap kasus akan berbeda-beda, terkadang di sini juga banyak drama koreanya, tapi harus tetap sabar sampai batas semampu yang kita bisa.
foto: mendokumentasikan kegiatan walikota menjawab, balai kota banda aceh
Mahal itu relatif untuk sebuah karya seni, apalagi Audio Visual. Setiap kreator harganya pasti berbeda. Walau prosesnya panjang dan melelahkan tapi memang keringat akan terbayar saat client puas dengan hasil yang kita buat. Dan gak semua pembuat video memberi harga yang mahal, semua tergantung konsep dan tujuan marketnya, karena mahal itu relatif. Sekian cerpen dari saya, dan cerita di atas berdasarkan pengalaman yang biasanya saya hadapi.