Umat islam meyakini adanya kehidupan setelah setelah kematian, malah itulah kehidupan yang hakiki dan abadi.kehidupan sebagai tempat mempertangung jawabkan hasil perbuatan semasa hidup didalam dunia.
Saat seseorang meninggal meninggalkan duani fana hina ii, kita menuju ke akhirat, sebagai gerbangnya adalah alam Qubur, kita berhenti disitu menunggu kiamat datang, menunggu semua dibangkitkan oleh Allah.kemudian berangkat ke Padang Mahsyar.
Inilah perbedaan keyakinan antara muslim dengan kafir, sehingga mereka berlomba-lomba mencari dunia dengan melupakan moral dan hukum Allah SWT. sedangkan manusia muslim dalam hidup mesti selalu menjalankan amanah dan perintah Allah, karena kita yakin semua kan kita pertanggung jawabkan.
Dalam prakteknyaada banyak dari kita malah lebih tak bermoral dari non muslim itu sendiri, kita menghalalkan semua cara dan daya dmi mendapat dunia yang hina ini, malahan ada yang sampai menghilangkan nyawa orang lain demi mereka sendiri, dimana keyakinan mereka ?
Dalam pandangan Ahlussunnah aljamaah, maksiat tidak menghilang keimanan seseorang, hanya mereka disebut maksiat ataupun durhaka denan Allah SWT, cuma secara akal agama kita adalah manusia tak punya akal saat akal kita tidak kita tujukan kepada menyembah Allah.
apakah sekarang kita masih lalai dengan melihat tempat transit kita ?
semua pada hakikatnya kembali kepada hidayah dari pada Allah, semoga Hidayah selalu menyertai kita semua,,,AAmiin,,