Bunga, begitu kau disapa, sungguh harum semerbak rasa, dan harum baunya. Bunga, sangat elok dipandang mata, dengan aneka rupa dan warna, tidak lelah-lelah dan bosan-bosan memandangnya, seperti ada unsur penggoda. Bunga, tetaplah mekar sepanjang masa, sampai singa tidak tau lagi rimbanya, terus bersinar sepanjang masa, sampai mentari tak lagi menerangi kita. Bunga, engkau bagai pujangga, yang selalu ada sebagai tanda cinta, tetap ada dimana-mana, saat mereka-mereka membutuhkannya. Bunga, benar-benar bunga, bukannya bunga anak manusia, tapi makhluk sang Pencipta.