Jejak spirit Aceh

Words
465
Reading
3 min
Listen
Play
8y

Kembali lagi saya Akan mencoba mereview tentang jejak spirit Aceh karya pak kamaruzzaman bustaman Ahmad.
Prosese penyemain spirit Aceh di dalam konteks kekinian tidak mudah. Hal ini disebabkan ketiadaan upaya untuk melakukan transformasi mengenai kekuatan Yang abstrak Yang muncul didalam masyarakat Aceh. Karena sistem pemikiran Yang amat abstrak telah sirna, maka system berpikir masyarakat Yang muncul adalah sistem materi. Falsafah materialisme, dengan demikian telah meracuni sistem kehidupan rakyat Aceh.
Selain itu, tidak ada lembaga khusus Yang menawarkan bagaimana pengkajian secara serius mengenai spirit Aceh. Sejatinya melalui perubahan masyarakat, upaya untuk terus menggali dan mempertahankan spirit Aceh harus dikembangkan.

Spirit pembangunan Aceh saat itu adalah melalui ilmu pengetahuan. Artinya, struktur berpikir masyarakat Aceh pada zaman tempoe doeloe sang at bisa diukur Dan dapat dianggap sebuah legasi kebudayaan Yang sangat mapan. Sebab, dalam tradisi berkerajaan semua potensi akal Dan jiwa dikerahkan untuk mengatur negeri. Negara kemudian diatur menurut tata cara bagaimana memahami Alam (kosmos) Yang tidak boleh berbenturan ini satu sama lain.

Fungsi spirit Aceh memang tidak lagi menghasilkan sistem berpikir dalam kehidupan kebudayaan Aceh. Hal ini, sesuatu Yang bersifat spirit tidak mampu diterjemahkan kedalam realitas kehiduapam nyata masyarakat. Sehinga spirit Aceh seolah olah telah tenggealam ditalan masa. Walaupun, pada dataran fenomena, pusat pusat Yang memberikan kekuatan spirit tersebut masih dapat dilihat secara real. Misalnya ada seseorang Yang jatuh atau tertimpa sesuatu masalah secara mendadak, maka orang Aceh Akan mengatakan krue semangat.

Tentang spirit ke aceh an. Harus diakui, bahwa topik mengenai spirit, Akan mengiring kita pada konteks sejarah Aceh, namun, begitu kita meloncat pada persoalan budaya Aceh, maka sampai hari ini kontruksi identitas ke aceh an masih mengundang sejumlah perdebatan. Akan tetapi, ketika mendiskusikan kebudayaan Aceh. Maka ada tiga hal Yang mutlak harus dipahami yaitu bahasa, sejarah, Dan tradisi Aceh.

Struktur kebudayaan Aceh selain diuji pada masa kolonial juga diuji pada masa menjadi bagian dari NKRI. Semua sendi kemasyarakatan berubah. Institusi kesultanan hancur. Struktur kepeminpinan dalam masyarakat diubah dengan struktur pemahaman ala mataram. Peran sentral tokoh tokoh masyarakat dijadikn sebagai aset kebudayaan.

Hilangnya otoritas kesultanan di Aceh telah menyebabkan kehilangan spirit kekuasaan Aceh. Upaya untuk mengambil spirit ini penuh dilakukan oleh tgk. Hasan di tiro halaman 769 sejak tahun 1976. Dia selalu merujuk pada sejarah Aceh sebagai bagian dari upaya membangkitkan spirit perjuangan.
Namun, posisi ulama sendiri tidak begitu jelas, sehingga sejak konflik mulai tahun 1976 sampai 2005, perjuangan tgk. Hasan tirno dianggap sebagai separitis oleh pemerintah Indonesia, Namun tidak sedikit perjuangan ini Yang menjadi orang Aceh sebagai target operasi untuk pisah dari NKRI.

Untuk membangkitkan kemabali spirit melalui pejuang Dan budaya, perlu diadakan dialog antara masa Sekarang dengan masa lalu, untuk membangun Aceh ke depan. Harus diakui, ketika aceh menjadi daerah maka dia Akan menabrak spirit nasionalisme. Artinya, bagaimana kita mendenifisikn ke aceh an Yang ada pada saat Yang sama masuk dalam paham ke Indonesia an.