kali ini saya berbagi cerita tentang pengalaman saya menjadi seorang editor amatir
saya pernah bekerja disebuah Lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal yang ada di aceh utara, pada saat itu saya dipercayakan oleh pimpinan lembaga tersebut mengelola dan menjalankan serta mensukseskan program yang diberi nama pendampingan pemuda pemudi riskan konplik, program tersebut diikuti oleh 250 orang peserta / client yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada diaceh utara, client yang mengikut program tersebut datang dari berbagai kalangan, seperti pelajar pesantren, petani,nelayan, tukang dan mantan kombatan gam.
program pendampingan pemuda pemudi riskan konplik adalah sebuah program yang dipersiapkan untuk mendampingi orang orang yang pernah melakukan berbagai macam bentuk konflik sosial dalam masyarakat, adapun tujuan dari program tersebut adalah untuk meminimalisir konflik sosial yang timbulkan oleh tindakan tindakan pemuda pemudi yang yang masih riskan terhadap konflik, untuk itu, maka kepada client disediakan dan diberi kebebasan untuk memilih program program yang telah disediakan yaitu program pengelasan (smaw dan gtaw), program mekanik sepeda motor 2 tak dan 4 tak, program sablon dan percetakan, program mekanik bongkar pasang/perakitan komputer lengkap dengan aplikasinya,
kepada para client (250 orang) diwajibkan untuk menulis essay yang berhubungan dengan program yang mereka pilih ketika program telah selesai dilaksanakan, tujuannya
adalah untuk melihat sejauh mana mereka mengekplorasikan program yang mereka pilih dalam bentuk tulisan, karya tulis para client akan dijadikan sebuah buku yang kemudian akan dibagikan kepada seluruh. client.
untuk menjadikan sebuah buku, ada beberapa proses panjang yang harus dilewati, salah satunya adalah proses pengeditan, maka 250 lembaran tulisan para client terlebih dahulu harus diedit.
oleh pimpinan lembaga tempat saya bekerja, saya ditugaskan untuk melakukan pengeditan semua tulisan para client dan kemudian disajikan dan sebuah buku tugas ini saya terima dengan suka cita dan senang hati, karena sejak lama diam diam saya memendam ambisi pribadi untuk menjadi seorang editor.
ternyata,,, jalan seorang "editor amatiran" sungguh berliku, adakalanya ( bahkan sering kali) geleng geleng kepala, terpukaù, terharu biru, berkerut dahi, bahkan nyaris frustasi, karena tidak tahu apa yang harus saya lakukan terhadap satu tulisan yang mesti harus saya "dan dani dan di hias."
bagi sebagian kita, mungkin bukanlah hal yang sulit untuk mendeskripsikan perasaan dan pemikiran dalam bentuk tulisan, karena semenjak kanak kanak kita sudah mengenal dan memiliki berbagai sarana atau media untuk menuangkannya,, mulai dari yang bersifat skala personal dan konvensional, seperti diary, seperti yang lebih terbuka yang mudah diakses oleh khalayak ramai yaitu majalah dinding, newsletter, koran dan majalah sampai kepada yang lebih canggih berskala global seperti blog.
namun situasi seperyi ini tidak dialami oleh sebahagian besar para client, kebanyakan mereka tidak dan belum terbiasa meluqngkqn pemikiran dan pengalamannya dalam sebuah tulisan,,,,bukan karena bodoh atau karena tidak mau tetapi lebih disebabkan oleh keadaan,,, seperti kita ketahui, lebih dari tiga dekade aceh diselimputi dengan konflik yang berkepanjangan. hal ini yang menyebabkan para client mengalami grogi dan percaya diri untuk mebiasakan diri menulis,,, siatuasi seperti ini menyebabkan tulisan mereka agak sedikit amburadul , terharu, bahagia, kecewa dan menggelitik analisa dan logika, disinilah letak peran sang editor amatiran untuk mendandani karya tulis client.
dari sekian banyak lembaran lembaran tulisan yang harus saya solek,, ada bebera tulisan yang tidak membutuhkan sentuhan tangan editor, namun cukup banyak juga tulisan para client yang '"tanpa judul" dan bergaya cuek apatis yang agak sulit difahami oleh seorang penggila tata baha srperti saya ini, yang selalu gatal dan gemas melihat tulisan yang tidak berungpangkal, tidak jelas letak subjek prediketnya
atau mengalami salah ketik yang akut berulang
ulang,, terkadang saya mersa menjadi "orang yang malang" yang harus membaca tulisan para client secara terus menerus, lagi,,,,, lagi,,,, dan lagi untuk bisa mengamputasi bagian bagian tertentu dan melakukan koreksi tuntas tanpa mengubah substansi.
namun,,,, ketika saya harus berkontribusi melalui tulisan saya sendiri, baru saya sadari betapa beruntungnya saya menjadi "orang yang malang" tersebut, mengapa? karena dalam proses membaca, meresapi, merenungi dan terkadang mendadani tulisan para client, saya mempelajari banyak hal penting, proses ini juga yang kemudian membuat tulisan para client menjadi lebih bermakna, tulisan tulisan para client ang telah dibukukan dapat menjadi suatu pembelajaran bagi yang membacanya,, tulisan tulisan tersebut begitu hidup dan
berpotensi membekas diingatan, karena ada banyak ilustrasi nyata yang didiskripsikan antara apa yang telah didapat ketika mengikuti pelatihan dengan apa yang akan dihadapi dalam kehidupan sehari hari.
Demikian sekilas pengalaman saya menjadi seorang editor amatir.
Amateur editor
this time I share stories about writing experience,
I once worked in a local non-governmental organization (NGO) in north aceh, at that time I was entrusted by the head of the institution to manage and run and succeeded the program which was named mentoring youth risk konplik, the program was followed by 250 participants which comes from various sub-districts in the north, clients who follow the program come from various circles, such as pesantren students, farmers, fishermen, artisans and ex-combatants gam. youth advocacy program for risky conflict is a program prepared to assist people who have done various forms of social conflict in the community, while the goal of the program is to minimize the social conflict caused by acts of youth actions that are still at risk of conflict, for that, then the client is provided and given the freedom to choose the program
program that has been provided the welding program (smaw and gtaw), motorcycle mechanics program 2 tak and 4 tak, screen printing and printing program, mechanical program unloading / assembling the computer complete with its application, to the clients (250 people) are required to write essays related to the program they choose when the program has been completed, the purpose is to see the extent to which they explore their chosen program in written form, the writings of the clients will be made into a book which will then be distributed to the whole. client. to make a book, there are several lengthy processes that must be passed, one of which is the editing process,
the 250 sheets of the writings of the client must first be edited. by the head of the institution where I work, I was assigned to edit all the writings of the clients and then presented and a book of this assignment I received with joy and pleasure, because for a long time quietly I kept my personal ambition to become an editor. it turns out, the path of an "amateur editor" is really winding, sometimes (often) shaking my head, open, blue, wrinkled, almost frustrated, not knowing what to do with a piece of writing that must be me "and dani and in ornamental."
for some of us, it may not be difficult to describe feelings and thoughts in the form of writing, because since childhood we already know and have various means or media to pour it, ranging from the nature of personal and conventional scales, such as diaries, open that is easily accessible by the public ie wall magazines, newsletters, newspapers and magazines to the more sophisticated global scale such as blogs.
but this situation is not experienced by most of the clients, most of them are not and are not used to meluqngkqn thoughts and experiences in a writing ,,,, not because stupid or because not willing but rather caused by the state ,,, as we know, more than three decades of Aceh were inundated with prolonged conflict.
this is what causes the clients to experience groggy and confident to mebiasakan self write ,,, siatuasi like this causes their writing a little bit chaotic, tearful, happy, disappointed and tickled analysis and logic, herein lies the role of the amateur editor to dress the paper client . of the many sheets of writing that I have to solek ,, there are some writings that do not require a touch of editor's hand, but quite a lot of 'untitled' client writings and apathetic-like style that is somewhat difficult to understand by a grammar enthusiast like me this, which is always itchy and annoyed to see writing that does not hang over, not clear where the subject prediketnya or having repeated acute errors
Sometimes I am a "poor person" who has to read the writings of the clients continuously, again ,,,,, again ,,,, and again to be able to amputate certain parts and make corrections completely without altering the substance. however ,,,, when I have to contribute through my own writing, I just realized how lucky I am to be "the poor guy" is, why? because in the process of reading, disseminating, contemplating and sometimes mendadani writing the client,
I learn a lot of important things, this process also which then makes the writing of the client becomes more meaningful, writing the writings of the ang clients have been booked can be a learning for those who read it, the writing is so vivid and potentially memorable, because there are many real illustrations that are described between what has been obtained when training with what will be encountered in daily life.
so glimpse of my experience as an amateur editor