Tidak ada manusia cerdas tanpa membaca
@sadramunawar
Saya sedikit punya kenangan unik prihal membaca yang tidak mungkin saya lupakan hingga hari tua nanti, meski ini bukan membaca buku bacaan biasa.
Saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) orang tua saya mengajarkan kami (saya dan abang kedua saya) mengaji pada malam hari, sama seperti anak-anak lain yang di ajarkan oleh orang tua mereka di rumah mereka masing-masing.
Hal yang sepele sebenarnya terjadi akan tetapi saat itu ada hal yang tidak biasa, karena abang saya (Hairil Adha) namanya, dia akan mengikuti kompetisi Musabaqah Tiwatil Qur'an yang akan di gelar beberapa saat lagi, Ama (Bapak-Gayored) hanya fokus mengajarkan Bang Hairil. Nah saat saya tidak di perhatikan bacaan saya kemudian saya menagis dan mengadu kepada Ine (Ibu-Gayored), saya tak di ajar oleh Ama.
"Orom ine deh keta nak ku" (Sama ine saja nak ku ya-Gayored) Begitulah Ine menenangkan hati seorang anak nya yang sedikit manja saat itu.
Dengan cerita singkat di atas, saya sendiri dapat mengambil poin penting mungkin juga bagi pembaca, tidak banyak saya kira, Begitulah pentingnya membaca dan begitulah pentingnya kedekatan orang tua terhadap anak untuk perkembangan buah hati jantung rasa.
Jika mengarah ke judul, sangat tepat jika pembaca bertanya apa gunanya membaca dan jawabanya sudah ada pada kalimat pembuka tulisan ringan ini.