Hujan

sabri501(37)
Published in
#steem
Words
91
Reading
1 min
Listen
Play
9y

Malam masih jelaga, belum-pun larut kuasa,


Rembulan masih tiada, meringkuk kedinginan dalam selimut awan pekat,


Menggigil hingga ketulang belulang, bagai raga hilang pelukan,


Kadang terseret-seret keluar kala angin menganggu nakal,


Selimut dibawanya, tak lama selimut lain masih mendung merona,


Bintang-bintang ikut tenggelam, takut kedinginan,


Meski sesekali seamsal bocah-bocah yang berhamburan keluar,


Menari di dalam hujan kerinduan,


Atau seamsal gersang yang mulai bosan menunggu rinai,


Memecahkan aroma geliat yang tak kunjung basah,


Rinai-Rinai selanjutnya masih kurindukan selaksa engkau,

Selalu menjadi rintik terakhir,


Yang membasahi kerinduan yang tiada akhir,
Bireuen, 22 april 2017



Hujan | Ecency