Kepada YI
Menulislah
Tidak cuma seribu puisi tapi beribu ribu
Karena kita harus mengganti kata kata yang kita renggut
Dengan yang baru kita pungut
Di negeri tanpa kata kata
Bayangkan Kita tak lagi saling menyapa
Dengan kata kata paling sampai
Kita kehilangan Negeri
Tempat kata kata bersembunyi di balik tirai
Puisi adalah nyanyi yang tak pernah selesai
Doa doa rindu sepanjang waktu
Puisi adalah sembahyang awan
Yang berangkat mengumpulkan kata kata yang bertaburan
Kita harus mengganti kata kata yang telah jadi hujan
Yang belum tumbuh dan kehilangan hijau
Puisi adalah Luka yang tak berhenti berdarah
Dicabik kata kata , mencabik kata kata
Kita harus mengganti yang sudah jadi nanah
Yang ditelan darah putih
Yang berubah jadi barah
Puisi adalah kerja yang tak pernah selesai
Menyusun kata dan merakit dusta
Karena ketika kau pungut satu
Kau harus berjanji mengganti seribu
Sebelum kita kehilangan negeri
Dilupakan kata kata.
@ridakaliamsi
2018