Kota tua

rektasy(42)
Published in
#esteem
Words
79
Reading
1 min
Listen
Play
9y

Aku menyusuri lorong yang pernah renyah dengan derai tawa juga air mata. Bertemu dengan sebagian nadi-nadi yang muram, lemah gizi, lunglai wacana. Aku, terus menyeret kaki ditengah keterseokan tafsir menatap sudut-sudut kota, tua.

Aku bukan pahlawan, hanya ingin ikut mencipta jiwa-jiwa kepahlawanan. Aku ingin bergerak melepas bius-bius kepalsuan di langit-langit atap keresahan. Aku, semakin tidak memiliki arti.

Aku sedang mengajak bergurau kota tua, yang sudah separuh tidak terlihat aslinya. Puing-puing kehancuran mengajakku mengerutkan dahi. Menjulurkan tangan, mengajakku turut mati
image

Kota tua | Ecency