tentang kehidupan

Words
345
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Mengelola Nasehat

Menasehati anak adalah salah satu jalan dalam mendidik anak. Salah satu jalan maksudnya bukan satu-satunya jalan. Jika nasehat hanya menjadi satu-satunya jalan maka nasehat menjadi tidak produktif dan bertentangan dengan nasehat itu sendiri.

Semua nasehat pasti mempunyai tujuan yang baik. Tetapi apabila kita tidak pandai mengelolanya malah anak akan terpuruk pada keburukan. Akibat dari tidak melihat waktu yang tepat, sehingga nasehat tidak bermanfaat karena hanya numpang lewat di telinga anak.

Walaupun tujuan kita baik, overdosis dalam memberi nasehat, mengakibatkan anak bertambah terpuruk kerah keburukan. Kita kadang tidak menyadarinya bahwa harga diri anak jatuh justru karena nasehat overdosis yang dia terima. Coba kita bayangkan, bila kita berada pada posisi anak, sukakah kita bila setiap hari "diceramahi" orang tua? Sukakah kita setiap hari "diceramahi" atasan kita dalam hal pekerjaan?

Akibat dari nasehat yang overdosis, tidak sedikit dari remaja saat ini tidak betah berlama-lama duduk bersama orang tuanya. Salah satu sebab adalah gara-gara panas telinganya mendengar ceramah orang tuanya. Hampir tidak ada tempat di rumah untuk bersuara. Di sebagian dari kita kadang kala anak diperlukan seperti robot yang harus menuruti semua perintah. Jika benar demikian, maka anak dirumah tidak di hargai. Akibatnya harga dirinya terluka. Sehingga dia akan berkelana mencari penyembuh harga diri keluar rumah.

Misalnya saat nilai rapor jelek anak sebenarnya sudah kecewa. Namun perkataan sebagian orang tua justru malah membuat hati anak semakin sedih dan semakin kacau. Mama bilang apa, makanya belajar yang rajin! Jangan banyak main, nilai rapor mu jelek akibat asyik main makanya belajar yang baik! Jangan banyak main. Apakah dengan kalimat tersebut anak akan mendapat semangat dan ketentraman? Padahal tujuan kita sebagai orang tua memberi nasehat tersebut bertujuan baik, bukan?

Sebetulnya, bukan banyaknya nasehat atau seberapa sering orang tua memberi nasehat, akan tetapi apakah kita sudah memberi nasehat dengan cara yang tepat dan di waktu yang tepat?. Kemudian dari segi cara, apakah nasehat yang kita berikan dilakukan setelah anak bicara atau hanya kita yang bicara. Dari segi waktu, apakah kita memberi nasehat saat anak dalam pikiran lapang, rileks atau justru saat terjadinya masalah sehingga anak semakin anak terbebani. Renungkan, semoga bermanfaat.

tentang kehidupan | Ecency