Bunuh Dia!

Words
297
Reading
2 min
9y
Listen to this post
~2 min

Selamat malam sahabat....
Selamat menikmati dan terbuai dalam kata-kata.
Dan jangan pernah engkau menyuruh tidur kata-kata.

image


Apa yang kau harap dari semua ini???
Perselisihan yang terjadi semua pasti ada penyebab,.
Ada yang salah namun tidak merasa bersalah.
Ada yang benar sementara diapun salah.
Ah jika memang ini baik, maka teruslah.
Mungkin tuhanmu dan tuhanku menyukai ini,
suka akan kata hujatan dan hati yang pedih karena teriris kata-kata.

Teruslah begitu semua ingin menang,
Semua ingin dihargai,
Semua ingin benar,
Semua ingin dipuji,

Semua tidak ingin disalahkan
Semua tidak ingin dituduh
Semua tidak ingin dicaci
Semua tidak ingin direndahkan.

Semua kalian benar.
Namun siapa yang harus mengalah?
Kami yang melihat atau kalian yang bertengkar?
Pertengkaran tidak ada manfaat, seperti kata Milea dalam film nya Dilan 1990 "Tidak ada untungnya bertengkar, Menang jadi arang, kalah jadi abu"

Mengalah dan meminta maafpun tidak semudah membalikkan telapak tangan, api yang semakin hari semakin besar, belum lagi mereka para penggila dan fanatisme berlebihan.

Sudah lah kawan jika kau merasa muda maka mengalahlah,
Jika kau merasa salah berdamailah.
Janganlah rasa ini kau turunkan pada generasi selanjutnya.

Kamu benar dan dia benar.
Kamu salah dan dia juga.
Berdamailah dengan hati,
Cobalah berikan tangan untuk dijabat.
Jika pun nanti dia tidak mau, setidaknya kita sudah mencoba,.

Ini berat, saya tahu...
Atau kau bunuh saja dia, kadang setelah kau bunuh maka kau akan merasa terhebat,.
Setelah dia mati kau akan tenang dan puas,
Tapi ingat tidak ada yang damai dengan nyawa yang telah kau renggut! Tanyalah pada tentara di luar negeri sana yang telah membunuh dan banyak merenggut nyawa, apakah ada damai dalam bathinnya????

Ah, atau Aku saja yang membunuh kalian?
Bukan membunuh nyawa kalian tapi membunuh ego dan nafsu kalian..!.

Berdamailah... Berdamailah...
Karena dunia hanya sementara dan terlalu singkat untuk menciptakan musuh.

putribalqis@putribalqis Aceh, Indonesia 29/03/2018

Bunuh Dia! | Ecency