"Ek Ranup"

Words
362
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Assalamu'alaikum wr,wb
Selamat pagi teman-teman stemian sekalian dimana pun anda berada, pagi ini saya akan sedikit menceritakan tentang aktifitas pribadi saya di hari senin yang lalu yaitu "Ek Ranup".

image

image

Dalam adat dan kebudayaaan Aceh "Ek Ranup" dapat di pahami sebagai pertanda ikatan awal sebelum pernikahan, atau dalam bahasa Indonesia biasa di sebut tunangan.

Ek Ranub biasanya dilakukan oleh masyarakat aceh sebagai usaha menyambungkan tali silaturrahmi antara kedua keluarga calon membelai pria dan wanita serta sebagai awal ikatan persaudaraan antara kedua keluarga.

Dalam prosesnya "Ek Ranup" atau Ranup tunangan biasanya dipersiapkan oleh keluarga calon mempelai pria yang di bentuk dan hias dengan berbagai motif khas Aceh berbahan dasar daun sirih.

image

image

Selanjutnya, setelah Ranub di persiapkan... Maka pihak keluarga calon mempelai pria juga harus menyediakan beberapa hal lainya seperti kue Wajeb, kue Breuh Seukat, kue Haluwa, kue Dodol, kue Teut Karah yang jumlahnya mulai dari 10 hingga 30 macam kue khas Aceh lainya. Jumlah kue yang di persiapakan itu tentu tergantung dari kesanggupan pihak keluarga calon mempelai pria.


Selain itu pihak keluarga dari calon mempelai pria juga di wajibkan untuk menyediakan berbagai perlengkapan lainya seperti pakaian busana luar dan pakaian dalam wanita.

image

image

Kemudian lagi setelah semua persiapan selesai di kerjakan. Maka pihak keluarga calon mempelai pria beserta seluruh rombongan berangkat menuju ke rumah sang calon mempelai wanita dengan iringi oleh sambutan yang meriah dan dari pihak keluarga wanita telah bersiap-siap mempersilahkan para tamu untuk duduk dan mencicipi hidangan yang telah sediakan.

Selanjutnya para tokoh dari kedua desa serta wali dari kedua keluarga saling bersalaman dan berdialong sembari membicarakan hal-hal penting tentang kedua calon mempelai.

image

image

Setelah para tokoh dan para wali dari kedua keluarga selesai dan saling sepakat, maka selanjutnya barulah sang calon mempelai wanita di panggil untuk hadir dan bertemu dengan keluarga calon mempelai pria yang disertai dengan pemakaian cincin tunangan oleh ibunda dari pihak calon pria kepada sang calon wanita.

Itulah sedikit cerita tentang adat Aceh "Ek Ranup" atau pertunangan, cerita di atas adalah cerita pengalaman pribadi yang baru saja di laksanakan pada hari Senin tanggal 2 Oktober 2017. Semoga pertunangan yang telah terjadi mendapat ridha dari Allah hingga tiba'nya hari pernikahan saya nanti...
Kepada teman-teman Stemian sekalian saya mohon doa restunya ya.... Wassalam

image

"Ek Ranup" | Ecency