Hello Hive friends, may God always bless us all. I'm so happy to be back to share posts in the Hive Food community. In this post, I want to share my cooking activities and a recipe from my wife.
Some time ago, my wife cooked Jengkol Sambal for lunch. I don't actually like this dish, but she really liked it. The thing that makes me dislike jengkol is that it has a strong, sharp taste, like a sour smell and a distinctive bitter taste.
However, sometimes I only taste a little bit, tasting just one or two rounds. Indeed, sometimes the taste of jengkol is tempting because it has a distinctive, chewy, dense, savory, and slightly bitter taste. The texture of the flesh is easy to chew even when fried.
My wife bought a kilogram of jengkol at a traditional market for IDR 15,000, which is very affordable for a food I don't like. If you've ever eaten petai (pete), its pungent taste and smell are almost identical to petai, but the only difference is the texture of the flesh.
Below, I'll explain the tools, ingredients, and how to cook my wife's version of Jengkol Sambal.
First, peel the outer skin of the jengkol fruit.
Boil the jengkol in boiling water.
Fry the jengkol beans until Cook in a pan with cooking oil over high heat.
Blend and grind all the spices until smooth to make the red chili sauce.
Add the jengkol beans and mix, then stir until all the chili sauce is evenly distributed and absorbed into the jengkol beans.
Add the salt, sugar, and seasonings, stir, and wait for about 3 minutes.
The important thing to pay attention to when processing jengkol is how to remove the bitter taste and strong odor. We use coffee grounds to remove the bitterness and distinctive odor of the jengkol fruit.
Furthermore, to make the jengkol more cooked, chewy, and chewy, boil it first before mixing it with the main spices. To remove the bitterness and nutrients, the jengkol needs to be flattened by pounding it. This also makes it softer and easier to chew.
Halo sahabat Hive, semoga tuhan selalu memberkati kita semuanya, senang sekali saya dapat kembali untuk berbagi postingan di komunitas Hive Food. Pada postingan kali ini saya ingin berbagi aktivitas memasak dan resep dari istri saya.
Beberapa waktu yang lalu, istri saya memasak Jengkol Sambal untuk menu makan siang, sebenarnya saya tidak menyukai masakan ini, tetapi dia sangat menyukainya. Hal yang membuat saya tidak suka dengan makanan jengkol adalah karen jengkol memiliki mau yang menyengat dan tajam, seperti bau asam dan rasa pahitnya yang khas.
Namun meskipun demikian, terkadang saya hanya mencicipinya sedikit saja, merasakan 1 atau hingga 2 butir bulatan saja. Memang terkadang rasa dari jengkol ini tampak menggoda karena memiliki rasa yang legit, kenyal padat, gurih dan sedikit pahit yang khas, teksturnya daginngnya mudah saat dikunyah meskipun dimasak dengan cara digoreng.
Iatri saya membeli jengkol sebanyak satu kilogram di pasar tradisional dengan harga IDR 15 K, termasuk harga yang sangat terjangkau untuk jenis makanan yang tidak saya sukai. Jika anda pernah memakan pete, rasa dan baunya yang menyegat hampir sama dengan pete, namun hanya saja yang membedakannya hanya pada tekstur dagingnya.
Berikut ini saya akan menjelaskan tentang alat dan bahan serta cara memasak Jengkol Sambal versi istri saya.
Pertama sekali kupas kulit bagian luar dari buah jengkol
Rebus jengkol dengan suhu air yang sudah mendidih
Goreng jengkol hingga matang di dalam wajan dengan minyak goreng pada suhu panas
Blenderkan dan gilingkan hingga halus semua rempah-rempah untuk menjadi bumbu masakan sambal cabai merah
Masukkan jengkol dan campurkan, lalu aduk hingga semua sambal merata dan meresap ke buah jengkol
Masukkan garam, gula dan bumbu penyedap rasa, aduk-aduk dan tunggu hingga sekitat 3 menit
Hal yang perlu diperhatikan dari pengolahan jengkol adalah cara untuk membuang rasa pahit dan bau yang menyengat dari jengkol. Kami menggunkan bubuk kopi untuk membuang rasa pahit dan bau yang khas pada buah jengkol.
Selain itu, untuk membuat jengkol menjadi lebih matang, legit dan kenyal adalah dengan direbus terlebih dahulu sebelum diolah dengan bumbu utama. Untuk menghilangkan rasa pahit dan kandungan, jengkol perlu dipipihkan dengan cara dipukul-pukul, hal ini juga bisa mmebuat jengkol menjadi lebih lunak dan mudah dikunyah.