Luas lentera mata memandang di halaman
Hanya nampak setangkai bunga nan rupawan
Menyeret memori kelabu masa lalu yang kelam
Tangkai bunga bergerak menggoyah sebuah kesalahan besar
Bunga Hancur lebur sudah mimpi yang ingin dicapai itu
Hilang ditelan bersama mentari tenggelam
Kesalahan yang dilakukan manusia menuju jalan neraka
Padahal air-air itu ingin teriak harus bermuara dimana
Kini dalam penyesalan merenggut harapan demi harapan
Langkah terhenti tersasar tak bertepi
Napas sesak tersengap di dada
Hingga mata angin tak tau lagi arahnya
Hanyut terbuai di lautan samudra hindia
Bunga
Hanya engkau yang mengerti cerita duka
Aku tak tau harus bagaimana pula
Aku tak tau lagi cara memperbaikinya
Yang aku inginkan tak lain hanyalah
Hidup seperti bunga di taman surga.
Dari sudut pemandangan halaman
Tumbuh besar bunga melati idaman
Bunga berwarna putih bersih terpelihara
Akar tumbuh kokoh untuk menopang
Daun hijau tertata di batang muda
Berjajar-jajaran di tanah subur
Di bawah pohon besar yang rindang
Semilir angin lembut menggoyangkan tangkai
Bersuka ria sangat memanjakan pandanganmata
Melati putih berseri
Daunmu segar terhinggap tetes-tetes embun pagi
Luluhkan keras kejamnya hidup ini
Warna putihmu sucikan hamparan
Sampai air di lautan kering terbiarkan.