Coca-Cola meluncurkan lima produk baru bercita rasa kopi, tentu masih dengan kandungan soda di dalamnya. Minuman soda bercita rasa kopi ini hadir dalam kemasan kaleng ukuran 354,8 mililiter.
Mengutip laman Coca-Cola, jenis Coca-Cola Coffe itu adalah Dark Blend, Vanilla, Caramel, Dark Blend Zero Sugar, dan Vanilla Zero Sugar. Komposisinya antara lain air berkarbonasi atau air soda, fruktosa, sirup jagung, bubuk kopi, perisa alami, dan lainnya.
Pada kesempatan kali ini, saya mencoba menggabungkan kopi robusta dengan coca-cola. Saya menggunakan kopi robusta dari Excelso, Brazilian Santos dan Coca-cola biasa.
10mg kopi robusta dari Excelso, Brazilian Santos dengan 20ml air panas untuk membuat Espresso yang akan memberikan sedikit rasa dried fruit dan aroma smoky yang kuat.
Alat pembuat Espresso yang saya gunakan adalah Flair, disini saya menggunakan 100ml ice cube sebagai pengganti air untuk membuat rasa kopi tidak terlalu kuat (saya masih takut jika terlalu kuat karena perpaduan kafein dan soda)
Dengan ditambahnya bahan utama, yaitu 80ml Coca-Cola maka selesai sudah percobaan Coca-Cola Coffee ini.
Setelah saya rasakan, pertama kali yg muncul adalah rasa pahit dried fruit dari kopi robusta yang dibalut dengan segarnya soda dan manisnya coca-cola yang membuat pagi hari ini menjadi seger banget. Bagi saya, Coca-Cola Coffee lebih enak dibandingkan dengan coffee soda biasa. Perlu ditandai bahwa rasa dari Coca-Cola akan merusak rasa asli dari kopi yang dicampurkan, karena itu saya rasa lebih baik menggunakan biji kopi berjenis robusta.
Disclaimer: I'm not a professional coffee maker, just someone who enjoys making coffee.
Disclaimer: saya bukanlah seorang profesional pembuat kopi, hanya seseorang yang senang membuat kopi.