Beternak adalah satu usaha yang kini saya tekuni. Hidup di pedesaan memang harus sedikit aktif dan kreatif. Kalau tidak, kita tidak punya uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Perusahaan dan industri tidak ada di kampung saya, oleh karena itu saya mencoba untuk beternak ayam petelur, ayam bangkok dan penggemukan kambing.
Kali ini saya ingin membagi sedikit pengalaman saya dalam mengolah pakan ayam dari batang rumbia-sagu-sagee. Tumbuhan ini masih banyak terdapat di pedesaan. Harganya murah dan pengolahannya juga mudah. Saya hanya menggunakan mesin kukur kelapa untuk mengolahnya.
Beternak harus sedikit inovatif dalam mengolah pakan, walaupun dengan cara sederhana. Kalau tidak keuntungannya akan sedikit. Setelah sagu atau sagee di kukur, masukkan kedalam tempat pakan. Kemudian tambahkan dedak 1 : 1 kedalamnya. Kemudian aduk sampai merata.
Setelah campuran sagu dan dedak tercampur merata, tambah tepung ikan secukupnya atau kira-kira sekitar 8 persen. Setelah itu tambahkan vitamin, saya menggunakan vita chick takarannya sesuai jumlah pakan. Lihat komposisi di bungkus vitachick. Kemudian tambahkan sedikit bungkil kelapa (10 persen). Aduk adonan pakan sampai merata. Tambahkan air secukupnya.
Sagu yang telah dikukur dimasukkan kedalam tempat pakan
Aduk adonan pakan sampai bercampur merata.
Bila anda ingin kandungan nutrisi pakannya lengkap, anda bisa menambahkan pur atau pakan pabrikan sekitar 30 persen. Pembuatan pakan ini akan menghemat biaya sampai dengan 70 persen. Kalau mengandalkan pakan pabrikan dalam beternak, keuntungan kita hanya sedikit.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya. Mohon masukan dari kawan-kawan steemit untuk perbaikan di masa yang akan datang. Masukan dan saran sangat berarti bagi saya. Indahnya saling berbagi dan berdiskusi demi kebaikan.
Salam @napeng