Genggam Erat Saudaramu

Words
255
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Salam Rindu, sahabat Steemit!! Karena satu dan lain hal, berminggu naniarmansyah@naniarmansyah tak hadir & mengirim postingan di platform kebanggaan ini.
Mengobati kerinduan dan kekosongan postingan akhir-akhir ini, tak sengaja tadi penulis membuka kembali postingan-postingan lawas yang pernah penulis kirim. Entah karena lagi sensitif atau memang karena sedang dihadapkan pada suasana yang berkaitan dengan postingan dimaksud, hati penulis bergetar dan kembali ingin menorehkan tambahan terhadap tulisan yang pernah penulis muat tersebut.

image

Dengan helaan nafas yang sedikit berat, penulis kembali membenarkan tulisan tersebut. Tulisan ringan yang menyiratkan betapa keluarga adalah harta yang takkan pernah terbeli dengan jenis mata uang apapun. Betapa beruntungnya orang-orang yang bisa mempertahankan keakraban dan kepedulian terhadap saudaranya sampai tua layaknya seperti keadaan pada masa kanak-kanak dulu. Bercengkrama penuh canda-tawa, marahan lalu baikan lagi, berbagi hal- hal kecil apalagi hal besar dalam keseharian, sungguh suatu hal yang belum tentu semua orang bisa nikmati ketika sebagian atau masing-masing dari saudara kita sudah dewasa dan berkeluarga. Tak jarang kita melihat dan mungkin juga merasakan sendiri betapa sebuah keluarga yang dulunya begitu akrab satu sama lain malah jadi seperti orang asing karena kesibukan masing-masing ketika sudah dewasa.

Nasihat/petuah terutama untuk diri sendiri: Jaga dan pupuklah keakraban dengan saudaramu. Saling bertanya kabarlah kalaupun tak bisa saling bertemu. Jadikan dirimu adalah tempat ternyaman bagi saudaramu sebagai tempat berbagi. Janganlah kesibukanmu akan pekerjaan dan keluarga barumu memberi jarak akan keluarga asalmu. Mulailah dari diri sendiri, jangan sampai diri kita sendiri menjadi alasan pasangan kita berjarak dengan keluarga asalnya.

Genggam erat saudaramu!

Dedicated to the Armansyah, semoga kita tetap saling menyayangi.

Genggam Erat Saudaramu | Ecency