Burung hantu yang sejatinya adalah satwa yang aktif di malam hari (nokturnal) kini semakin banyak dipajang di tempat-tempat wisata dan di kawasan bebas kendaraan bermotor (car free day) pada siang hari. Burung hantu itu "dieksploitasi" untuk kepentingan foto dan eksistensi kelompok.
Burung hantu mempunyai peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem, karena mereka adalah predator yang memangsa satwa yang berpotensi menjadi hama seperti tikus. Jika burung hantu ini terus diburu dari alam, diperdagangkan dan dikoleksi di rumah-rumah, maka keseimbangan alam akan menjadi timpang.
Ada beberapa alasan kenapa ada orang yang gemar memelihara burung hantu sebagai koleksinya. Mereka beranggapan membeli buurung hantu karena alasan cinta, karena mereka merawatnya dengan benar dalam arti memberinya makan dan minum dengan cukup.