Steemit: Bak Budiek, Mak Oi

Words
230
Reading
2 min
Listen
Play
9y

warga-mit@warga-mit, sebagai pemakai bahasa resmi negara, kita sering menggunakan kata seru amboi, wah, wow, aduh, dalam menyatakan rasa heran, rasa sakit, rasa kasihan, rasa kaget, rasa simpati, rasa kecewa, atau rasa kekaguman terhadap sesuatu perihal keadaan.

20180325_104022.jpg

Berkaitan dengan ulasan di atas, bahasa Aceh juga memiliki pernyataan "kata seru" yang tidak kalah menariknya, seperti mak oi, pungoe that, apam, bereh, bak budiek, paleh that, omak, dsb. yang digunakan secara spontan oleh pemakai bahasa Aceh ketika berhadapan dengan suatu kejadian perkara. Baik itu perkara yang mengagumkan ataupun kejadian yang mengecewakan atau menyakitkan.

Misalnya, Valentino Rossi yang berhasil menjuarai balapan perdana MotoGP di awal musim 2018, maka sebagai penggemar yang fanatik terhadap "The Doctor 46" secara jujur menyatakan, "Pungoe that Rossi nyan, ka tuha mantong juara" (sangat gila Rossi itu, sudah tua masih juara). Tak ada seorang pun yang menyangkal pernyataan tersebut, tiap penggemar Rossi mengakuinya secara berjamaah.

20180325_105026.jpg

Berbeda halnya dengan penggemar Jorge Lorenzo 99. Pada waktu bersamaan, secara diam-diam dalam hatinya terbesit, "Apam! Ka taloe lom Lorenzo Kee." Dalam konteks bahasa Aceh tersebut, hanya penggemar tertentu yang mampu menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

Keadaan yang kurang bersahabat, akan membawa pengguna bahasa untuk menyatakan suatu penekanan pada satu keadaan secara ilegal dan bertenaga. Sebaliknya, dalam situasi bahagia, pengguna bahasa daerah tertentu juga meluapkan penekanannya secara blakblakan dan istimewa.

20180325_110815.jpg

Bak budiek! Sueum bertoh ulee sidoem kalinyoe.

Selalu mencintai bahasa daerah, adat-istiadat, dan budayanya.
Follow muntazar@muntazar

Steemit: Bak Budiek, Mak Oi | Ecency