Perjalanan wisata ke suatu daerah yang menjadi target destinasi membuat kita lapar dan dahaga. Penyelamatan pertama pada fase demikian harus segara ditangani secara intensif. Dengan memanfaatkan informasi dari sopir, atau melakukan pencarian di google maps, akan membantu wisatawan untuk singgah di rumah makan.
Izinkan sopir berbicara menggunakan bahasa daerahnya bersama pramusaji. Selanjutnya giliran Anda menyampaikan pesanan yang ingin dicicipi. Ketika itu, oleh sopir yang baik hati menganjurkan kepada Anda untuk memesan makanan khas daerah wisata. Jangan menolak, sebab saat itulah kesempatan istimewa yang Anda miliki. Dijamin dari peluang tersebut, pengalaman wisata Anda akan mengalir secara otomatis.
Pak sopir sangat menghargai Anda sebagai pengguna jasanya. Beliau melangkah ke sudut rumah makan untuk mencairkan inspirasi bersama gulungan tembakau. Lima menit kemudian, pramusaji menyuguhkan lauk-pauk secara lembut dan hangat.
Sebagai wisatawan, Anda akan bertanya mengapa begini dan begitu. Wajar saja jika Anda ingin tahu perihal kuliner. Orang-orang juga berbuat hal yang sama ketika mereka berwisata ke daerah Anda. Pak sopir akan menjelaskan semuanya. Beliau sangat profesional dalam hal ini.
"Namanya ayam tangkap, sesuai dengan aksi dari juru masak. Sebelum digoreng, jenis ayam kampung ini ditangkap langsung dari kandangnya. Pihak juru masak hanya akan menangkap, menyembelih lalu menggoreng ayam ini saat dipesan pengunjung. Dengan demikian, pihak pemilik rumah makan sedikit terhindar dari rugi."
"Tidak hanya itu, di rumah makan ini juga menyediakan kuliner ayam goreng belah empat (manok plah peut) dengan tampilan yang menggoda. Kedua ujung kakinya selalu berada di luar batas piring."
Saya yakin, Anda telah menyimpan koleksi foto kuliner hasil perjalanan wisata, namun tidak bersungguh-sungguh menyimak penjelasan pak sopir ketika duduk berhadapan pada satu meja makan.