Nusuki memotret tumbuhan ini dari halaman rumahnya. Di antara timbunan batu kerikil, tumbuhan berpermukaan datar itu berjuang hidup sendirian.
Nusuki tidak menemukan tumbuhan lainnnya hidup di antara butiran kerikil yang sama. Mereka memisahkan diri mencari suaka alam yang nyaman di atas tanah murni.
Sore itu, Nusuki berupaya merayu anak perempuan Pak Lurah sembari mengirim tiga foto tumbuhan di atas kerikil. Nusuki mengibaratkan dirinya bagaikan tumbuhan kerikil. Sepi dan sunyi.
Anak perempuan Lurah yang hobi menulis dan gemar membaca, langsung membalasnya, "Aku butuh liburan! Esok hari Minggu, di rumah sangat suntuk. Cegah aku agar tidak memanfaatkan hari libur dengan baik."
Nusuki memeremkan matanya dalam-dalam. Daftar utangnya bertunas lagi. Ia menyesal dalam bahagia...