Munawir AbdullahSEBENARNYA tujuan utama saya ke Banda Aceh untuk mengikuti dan memastikan beberapa program kerja Bytra ke depan yang berkaitan dengan Walhi Aceh. Kami pergi berempat, bersama teman-teman Bytra lainnya. Berangkat dari Lhokseumawe sekitar pukul 23:30.
Kami tiba di Banda Aceh sekitaran pukul 04.00 pagi, kurang lebih satu jam sebelum azan subuh berkumandang. Setiba di Banda Aceh kami beristirahat sebentar untuk menghilangkan kelelahan selama perjalan.
Yang ingin saya ceritakan sebenarnya bukan tentang persoalan pertemuan kami dengan Walhi Aceh. Karena pertemuan yang memakan waktu kurang lebih tiga jaman tersebut tidak mungkin untuk saya ceritakan secara gamblang di platform ini. Karena mengingat alasan kewenangan dan lain sebagainya.
Namun yang pasti kami masih berbicara tentang isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan. Khususnya langkah-langkah atau upaya-upaya advokasi yang akan dilakukan ke depan.
Langkah advokasi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membebaskan lahan-lahan masyarkat yang disandera oleh corporate-corporate yang bertaraf nasional dan International.
Pada prinsipnya saya tidak anti dengan investasi di bidang kehutanan dan perkebunan, apalagi untuk alasan kesejahteraan. Tentu itu harus didukung oleh semuanya. Namun disaat kesejahteraan tidak lagi menjadi alasan utama.
Maka eksistensi keberadaan corporate-corporate tersebut layak dan pantas untuk di pertanyakan. Bahkan keberadaannya pantas untuk digugat.
Adil dan Lestari