Penuh dengan cerita

muliaa(38)
Published in
#stemit
Words
524
Reading
3 min
Listen
Play
9y

image

17 tahun hidup bersama dalam sebuah ikatan pernikahan ternyata tidak membuktikan hubungan suami istri yang penuh cinta. Kehidupan rumah tangga Ibu Ani sangat sederhana dengan tiga orang anak yang duduk dibangku SD, SMP dan SMA. Sehari-hari Ibu Ani berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan bekerja di ladang (kebun, sawah), menanam sayur-sayuran, tomat, cabai, dan sebagainya. Hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak-anak dan sisanya disimpan sedikit demi sedikit. Setiap hari selama bertahun-tahun dengan tak kenal lelah Ibu Ani menjalani kehidupannya.

Lalu, dimana suaminya??? Ya, perjuangan Ibu Ani yang tak kenal lelah ternyata tidak membuat sang suami sadar akan perannya sebagai kepala rumah tangga. Sang suami asik berjudi togel dan mabuk-mabukan setiap hari. Sudah terlalu sering Ibu Ani menasehati dan memberi peringatan tapi sang suami tetap tidak peduli. Pertengkaran demi pertengkaran pun sering terjadi. Anak-anak dan tetangga pun sudah terbiasa dengan tontonan pertengkaran suami istri ini. Ibu Ani berusaha untuk terus bersabar dan bertahan dengan tingkah laku sang suami.

Beberapa tahun terakhir tingkah laku suami semakin menjadi-jadi. Tidak cukup hanya judi dan mabuk-mabukan, kini sang suami tergila-gila dengan seorang “wanita idaman lain”. Tidak mau hanya mendengar gosip dari tetangga, Ibu Ani pun membuktikan apa yang dilakukan sang suami. Suatu hari sang suami tidak pulang ke rumah, Ibu Ani mengikuti dengan diam-diam, dan benar, sang suami pergi bersama “wanita idaman lain”. Betapa hancur hati Ibu Ani mengetahui apa yang dilakukan sang suami. Rasa sakit hati, marah dan kecewa karena dikhianati tak dapat digambarkan lagi. Peristiwa ini adalah pukulan berat dalam rumah tangga Ibu Ani. Tidak tahu apakah pantas rumah tangga ini tetap dipertahankan.

Tangguh. Ibu Ani berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang tangguh. Silih berganti masalah yang menimpa tidak membuat Ibu Ani putus asa. Sisa-sisa harapan yang ada membuat Ibu Ani tetap bertahan untuk memperjuangkan rumah tangganya. Kini Ibu Ani dengan tulus merawat sang suami karena mengalami sakit yang tak kunjung sembuh. Ini adalah hukuman atas kejahatan yang dilakukannya selama ini. Sang suami hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, terkadang nafasnya sesak, hilang penglihatan, emosi tak terkendali sering berteriak-teriak seakan-akan ada orang yang menyakitinya. Berbagai usaha pengobatan medis dan spiritual dilakukan demi kesembuhan sang suami. Sampai saat kisah ini ditulis, Ibu Ani masih berjuang meskipun belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan tapi Ibu Ani sangat tabah dan tegar. Bagaimana dengan kita?

Penderitaan dan beban masalah yang sedang menimpa kita mungkin tidak sama dengan apa yang dialami oleh Ibu Ani. Namun yang harus kita sadari adalah setiap manusia pasti punya masalah meskipun bentuknya berbeda-beda. Sikap yang tepat akan menentukan berhasil atau tidaknya kita menyelesaikan masalah. Sikap tangguh, tegar, tabah dan sabar yang dimiliki Ibu Ani membuat Ibu Ani tidak jatuh dalam keputusasaan. Ibu Ani selalu punya harapan supaya rumahtangganya tetap utuh demi anak-anak. Sikap seperti ini adalah kunci penting ketika menghadapi masalah dan penderitaan.

Ya, sering kali kita merasa seakan-akan tidak ada jalan keluar untuk masalah yang kita hadapi atau sering kali penderitaan seakan-akan tak kunjung berakhir tapi sikap yang benar untuk menghadapi ini semua adalah jadilah tangguh dan selalu berharap yang terbaik. Karena matahari pun tidak selamanya bersinar cerah, berganti malam kelam, tetapi setelah itu matahari pasti bersinar lagi, bahkan lebih cerah dari biasanya.

Penuh dengan cerita | Ecency