Poetry

Words
108
Reading
1 min
Listen
Play
8y

SERIBU BULAN DALAM PENANTIAN
Muklis Puna

Bulan perlahan mengembang
Seperti sabit meyabit malam
Merangkak menapaki purnama
Seribu bulan membenam dalam dada

Di ujung lorong- lorong pengab aku betbenah
Malam berpeluh mendendang lantunan langit
Bidang dada kerontang tenggelam dalam zikir
Lubang hitam menghadang telapak mungil

Lalu lalang, melintang malaikat memikul amal
Berlipat lipat digantung di kandil aras
Matahari terlalu cepat mengulum malam
Aku tertatih melepas kerinduan

Wahai bulan sejuta Rahmat
Peluk Aku dalam lembaran cahaya-Mu
Sinari Aku dalam kasih tak bermalam
Kupas segala noda merasuk jiwa,
Satukan kembali wajahyang'terbelah

Wahai bulan idola umat
Dua belas purnama kau merambat
Aku belum sempat berbenah

Lhokseumawe,22 Mei 2018
image
Sumber gambar dari Google

Poetry | Ecency