SERIBU BULAN DALAM PENANTIAN
Muklis Puna
Bulan perlahan mengembang
Seperti sabit meyabit malam
Merangkak menapaki purnama
Seribu bulan membenam dalam dada
Di ujung lorong- lorong pengab aku betbenah
Malam berpeluh mendendang lantunan langit
Bidang dada kerontang tenggelam dalam zikir
Lubang hitam menghadang telapak mungil
Lalu lalang, melintang malaikat memikul amal
Berlipat lipat digantung di kandil aras
Matahari terlalu cepat mengulum malam
Aku tertatih melepas kerinduan
Wahai bulan sejuta Rahmat
Peluk Aku dalam lembaran cahaya-Mu
Sinari Aku dalam kasih tak bermalam
Kupas segala noda merasuk jiwa,
Satukan kembali wajahyang'terbelah
Wahai bulan idola umat
Dua belas purnama kau merambat
Aku belum sempat berbenah
Lhokseumawe,22 Mei 2018
Sumber gambar dari Google