Ramadhan telah tiba masanya
Dan janji itu masih jelas di pelupuk mata
Satu syawal hari janjian kita
Namun kamu lebih memilih untuk berdusta
Rindu datang bersama senja
Memaksa masuk meruntuhkan bangunan cinta
Sebuah cinta yang sudah sempat aku lupa
Namun tiba tiba terngiang seperti hari esok akan berjumpa
Susah payah saya menuliskan cerita
Dengan mudah kau tinggalkan tanpa jejak disana
Seketika mata tajam melihat merahnya senja
Dalam hati penuh dengan tanya
Adil kah ini Semua untuk saya
Sekian lama berkorban jiwa dan raga
Dengan mudah kau bertanya pengorbanan mu yang mana
Kuhabiskan waktuku menemani mu setiap harinya
Mencoba menuruti setiap apa yang engkau pinta
Dan masih lagi engkau bertanya
Usaha mu yang mana
Pengorbanan tak lagi dirasa
Cinta pun tak ada maknanya
Semua kau hancurkan dan hanya satu yang tersisa
Luka tak berwujud namun pedih rasanya
Taiwan, 17/06/2018
Salam hangat @masbudy94