Friday Fall in Love

marxause(55)
Published in
#love
Words
138
Reading
1 min
Listen
Play
9y

image

Nada rindu digembar-gemborkan dari pesawat radio menjelang tengah hari berbarengan suara gerinda melicinkan sisa-sisa potongan besi di bengkel las seberang jalan.

Jalan Pang Lateh menyisakan asap knalpot ketergesaan dari pengendara pulang kantor, siang Jum'at yang terik itu mengganggu bobo siang sekawanan kambing kota.

Aspal melunak seperti sikap warga dalam Pilkada. Yang dikirimkan angin dari Lampaseh masih berupa bau lumpur sungai hingga nanti, Walikota terpilih bosan mengurus kota dan beralih membisniskan semua urusan demi PAD.

Dari warung kopi Sanusi, warga bubar saat sayap azan menerbangkan lantunannya ke penjuru langit. Merduati sedikit lebih puitis dari yang dibayangkan penyair masalalu yang gagal memuisikan apa pun tentang urbanisme.

Warung nasi diantri pekerja untuk makan siang mengingatkanku pada resep masakan ibu. Rindu itu sekejam aroma bileh teupayeh dan teurasi on bi.

Jumat di Merduati
Tak ada yang boleh disimbolisasi.

Minggu terakhir April. 2017

Friday Fall in Love | Ecency