Setelah sekian lama liburan dari menulis, tiba-tiba saja ada sebuah kejadian yang membuatku lagi kepingin untuk menulis meskipun entah untuk berapa lama.
Apakah salah kalau kukatakan manusia hidup menuju kehancuran? atau mereka bukanlah manusia dan punya sebutan yang lain? Tidak lama ini mamiku menjelaskan sedang terjadi perang di mana-mana. Sebenarnya diriku tidak terlalu mengerti tapi kelihatannya memang seperti itu.
Sepertinya saat ini bisa dibilang perang dunia 3 akan segera terjadi. Pernahkah mereka merasa puas akan perang yang sebelumnya terjadi? Mau dipuasin sampai kapanpun sepertinya percuma saja karena biasanya mereka kepingin lagi. Lagipula sejarah hanya untuk dikenang dan dilupakan begitu saja dan bukan dipelajari sebagaimana mestinya. Apa gunanya belajar sejarah kalau kejadian yang sama terulang kembali?
Apakah arti dari sebuah tulisan yang dibuat oleh seorang yang tidak mengerti apa-apa tentang apa yang terjadi di dunia nyata? Aku hanya menuliskan apa yang sedang kupikirkan saat ini meskipun diriku sering mengatakan "hidup menuju kehancuran" semenjak diriku masih dibangku sekolah. Ternyata memang benar kalau omongan bisa menjadi kenyataan.