Login
Discover
Waves
Communities
Write
Login
Signup
L.K. Ara
@lkara
29
poet / penyair
Followers
150
Following
11
Follow
Email digest
Resource Credits
Available
Used
Location
Jakarta
Website
http://lkara.blogspot.co.id
Created
2018-03-12 17:03
RSS Feed
Subscribe
Posts
Blog
Posts
Comments
Communities
Wallet
lkara
indonesia
8y
CAHAYA DATANG KE RIMBUN POHON
Cahaya Datang ke Rimbun Pohon Cahaya datang ke rimbun pohon Ia rindu pada dedaunan Ia rindu pada pepohonan Yang jauh di tengah rimba Di antara gunung gemunung Diantara balantàra yang luas Cahaya datang
$ 0.000
3
2
lkara
indonesia
8y
MANDI CAHAYA
Dedaunan dan pucuk Mandi cahaya pagi Langit turun memberkahi Melimpahkan kemurahan Gemetarlah dedaunan Dalam riàng tak terperikan Gemetarlah pucuk Dalam riàng tak terperikàn Pohon dan akar Bernyanyi dalam
$ 0.000
3
2
lkara
indonesia
8y
PAPAN TUA
Diàntara rumah papan tua itu Kita memàndang ke kebun kopi Dan ke gunung yang jauh Dan ke kesepian làngit putih Rumah papan tua itu Pernah ditinggalkan Dimasa konflik Saat tiba magrib orang tak berani lagi
lkara
indonesia
8y
PUCUK
Pucuk pucuk disapa sinar pagi Yang turun dari langit bersàma cinta bersinarlah pephonan Gemerlaplah dedaunan Gemercik sungai Sampai jàuh berderai Nyanyiàn riang membangunkàn semuà orang Untuk bangkit mengukir
lkara
indonesia
8y
KAKI CINTA
Dengan kaki cinta kau menempuh Lorong kebun kopi Kaki cinta melangkah dan melangkàh Hingga tiba ditengah Lalu menyàksikàn hàmparan kopi berwarna merah Dengan tangan cinta kàu memetik Buah kopi berwarna
lkara
indonesia
8y
BENANG
Jadilah benang pada opuh ulen ulen Akan terasa berkelana di langit tak bertepi Alam raya alangkah sepi Jadilah benang pada opuh ulen ulen Akan terasa berat beban awan Sebelum tumpah ke bumi Benang pada
lkara
indonesia
8y
CAHAYA PAGI
Cahaya pagi datang lagi Seperti masa kanak dulu Cahaya mengalir lagi Dalam diri seperti dulu Pada masa kanak Kini lebih lengkap Menatap Cahaya matahari Berpadu dengan cahaya Matamu ibu Menyinari kalbu
lkara
indonesia
8y
KAUKAH ITU
Kau kah itu Yang bernyanyi Dengan suara Yang membelah danau Hingga cemara bergetar Dari pucuk hingga akar Yang membangunkan bukit Dari tidur ĺelap Kau kàh itu Yang berdendang Dengan suara lantang Menjeŕit
lkara
indonesia
8y
BURNI BIES
Sinar pagi di Burni Bies itu Sinar yang turun ke hatiku Udara sejuk di Burni Bies itu Penyejuk hatiku Kabut yang terusir di Burni Bies itu Kabut dengki terusir dari hatiku Gunung gundul di Burni Bies itu
lkara
indonesia
8y
PARA BEDEBAH
Jangan katakan aku bedebah Karena tingkahku tidak salah Jangan katakan aku bedebah Karena aku sudah berbuat untuk negeri Menurut keyakinanku sendiri Soal aku mengeruk untung Karena aku mencari Lihatlah
lkara
indonesia
8y
RANTING CEMARA
Ranting cemara menggoresi dinding bukit Ia paparkan suka danau Ia paparkan derita danau Sementara angin menderai Menyentuh pucuk cemara Ranting cemara pena yang tajam Menukik pada dinding bukit Memahat
lkara
indonesia
8y
WALAU
Walau tak punya kaki Wàlau tak punya sayap Dià buat istàna yang indah Dèngan air liur Ďia ukir hiasan Yang tak ada tandingan Garis lurus Garis melengkung Dan petak yang rumit Dia persembahkan untuk lángit
lkara
indonesia
8y
SEMBUNYI
SEMBUNYI Tak ada lagi yang dàpat disembunyikan Semuà sudah nampak nyata Dinding sudah tak artinya Semak dan gua Begitu juga Tak ada lagi Tempat bersembunyi Tipu muslihat Rarcangan jahat Yàng akan dikerjàkan
lkara
indonesia
8y
JALAN RINDU
Jàlan rindu kepadamu Lewat pucuk cemara Atau gumpàlàn awan Àtau desah angin lalu Jalan rindu kepadamu Surat cinta tak sampai Kata kata dalam syair Yàng tak pernah cair Jalàn rindu kepadamu Selalu tèrbuka
lkara
indonesia
8y
DAKI
Daki ditubuh semakin menebal Melumut menghitam Adakah air jernih Pembasuh Adakah sabun yang tàngguh Menghilangkannya Daki ditubuh tak elok dipandang Daki ditubuh merambah kedalam Kehati yang tersembunyi
lkara
indonesia
8y
KABUT
abut menyapakku di jendela Tapi aku sedang terpesona Pada kilau daun padi Hijau Kabut menyapaku di jendela Mungkin ia ingin cerita Pèngembaraannya yàng jauh Tentang bukit dan lèmbah yang jauh Atau anak
lkara
indonesia
8y
LAMBAI
Tak kuberi salam atau lambai tangan Kepada para hamba Yang akan terbang ke Makkah Aku masih rebah Di tempat tidur Menikmati sakitku Tapi dari balik pintu tertutup Bayangkan tanganku menjulur Menyalami
lkara
indonesia
8y
TEMPAT BERWUDUK
Sejuk air mengalir dipancuran Berasal dari gunung yang jauh Wangi alampun teduh Kampung damai tanpa keluh Disanalah aku berwuduk Membersihkan tubuh Dari segala yang kotor dan buruk Kini di kota Di Blok
lkara
indonesia
8y
DIAM
Sudah lama kami diam Batu diam Lembah diam Gunung diam Berabat kami tak bersuara Suara kami peram Hingga merah padam Kini kami lepas meluncur kesemua arah Kami ada Jemari kami bersuara Mata kami bersuara
lkara
indonesia
8y
KABUT
Tengadah dalam kabut Menangis dalam kabut Tak ada yang tahu Semua terbungkus kabut Wajah yang tengadah Air mata yàng tumpah Tak ada yang tahu Semua tertutup kabut Ia dinding tipis Antara kita Bila kabut
← Latest
Older →