Saat aku dapat menetap binatang berkelip di angkasa, kau tersenyum manis pada ku, saat ku ucapkan kata cinta untuk mu, kau bersandar dengan manja di bahu ku, aku terlena, aku terbang dan melayang, aku gila, aku begitu mencintaimu, sampai aku lupa pada diriku dan untuk apa aku ada
Tapi..... setelah aku tahu bahwa kau lah yang menukar setetes madu yang ku berikan pada mu dengan secangkir racun, yang meratakan istana yang kau buat dengan tulang dan daging ku sendiri, yang menghancurkan kebun anggur yang ku siram dengan air mata, yang mencuri seluruh permata yang ku gali dengan hati dan lidah, yang membakar seluruh gudang simpanan bekal ku
Aku membenci mu, aku membenci mu
Walaupun sangat sukar ku buang hasrat untuk mu karena aku... pernah mencium pipi mu, pernah mengecup bibir mu, pernah mencicipi madu mu, telah mengauli mu
Saat itu... kau adalah setumpuk bangkai dan aku seekor anjing
Kini.... kau tetap setumpuk bangkai dan aku ingin kembali kefitrah ku menjadi diriku sendiri, manusia.... khalifah di muka bumi.