BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aqidah menempati posisi terpenting dalam islam. Ia ibarat pondasi dalam sebuah bangunan. Bila sebuah aqidah seorang rusak, rusak pula seluruh bangunan islam yang ada dalam dirinya, bila aqidah islam runtuh, runtuh pula bangunan keislamannya. Bahkan bagian-bagian Islam yang berupa syariat, mu’amalah, dan akhlaq tak mungkin dapat ditegakan dalam masyarkat muslim sebelum aqidah mereka lurus dan mengakar kuat di hati sanubari. Aqidah Islam berpangkal pada keyakinan “Tauhid” yaitu keyakinan tentang wujud Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada yang menyekutuinya, baik dalam zat, sifat-sifat maupun perbuatannya (Basyri, 1988: 43). Akhlak mulia berawal dari aqidah, jika aqidahnya sudah baik maka dengan sendirinya akhlak mulia akan terbentuk. Iman yang teguh pasti tidak ada keraguan dalam hatinya dan tidak tercampuri oleh kebimbangan. Beriman kepada Allah pasti akan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Beriman kepada Allah juga harus beriman kepada malaikat, Nabi, kitab, hari akhir, qada dan qadar Allah.
Dalam aqidah islam ada lima pilar yang sangat penting yaitu syahadat yang mana inti dari aqidah tersebut setelah itu barulah disusul dengan yang lain yaitu shalat, puasa, zakat, dan naik haji.
Aqidah akhlak yang bersumber dari Qur’an dan hadits dijadikan pengembangan nilai spiritual yang dapat menghasilkan generasi berkualitas. Aqidah tidak terlepas dari akhlak, akhlak mulia menjadi cermin bagi kepribadian seseorang, disamping mampu mengantarkan seseorang kepada martabat yang tinggi. Pendidikan akhlak dapat dikatakan sebagai pendidikan moral. Baik dan buruknya prilaku seseorang sangat ditentukan oleh nilai akhlaknya. Pembentukan karakter dilakukan sejak dini.
B. Rumusan Masalah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Aqidah
Aqidah menurut bahasa arab (etimologi) berasal dari kata al-aqdu yang berarti ikatan, at-‘tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan, al-ihkaamu yang artinya mengokohkan (menetapkan), ar-rabthu biquwwah (الربط بقوة) yang artinya mengikat dengan kuat. Secara istilah adalah keyakinan hati. Kata ‘aqidah’ tersebut dapat digunakan untuk ajaranyang terdapat dalam Islam, dan dapat pula digunakan untuk ajaran lain di luar Islam. Sehingga ada istilah aqidah Islam, aqidah nasrani, ada aqidah yang benar atau lurusdan ada aqidah yang sesat atau menyimpang. Dalam ajaran Islam, aqidah Islam (al-aqidah al-Islamiyah) merupakankeyakinan atas sesuatu yang terdapat dalam apa yang disebut dengan rukun iman, yaitu keyakinan kepadaAllah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir, serta taqdir baik dan buruk
Dalam ajaran Islam, aqidah Islam (al-aqidah al-Islamiyah) merupakan keyakinan atas sesuatu yang terdapat dalam apa yang disebut dengan rukun iman, yaitu keyakinan kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir, serta taqdir baik dan buruk
Jadi, akidah islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah Swt. Dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan takwa kepada-Nya. Beriman kepada malaikat-malaikatNya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari akhir, takdirbaik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip agama (al-ushul al-din) perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (consensus) dari ash-shalih, serta seluruh berita-berita pasti, baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut al-quran dan assunah yang shahih serta ijma’ salaf ash-shalih.
B. Fungsi dan sumber aqidah islam
Aqidah bisa kita ibaratkan sebagai fondasi atau dasar untuk mendirikan bangunan. Semakin tinggi bangunan yang akan didirikan, harus semakin kokoh pula fondasi yang dibuat. Kalau fondasinya lemah, maka bangunan tersebut akan cepat ambruk. Seseorang yang memiliki aqidah yang kuat, pasti akan melaksanakan ibadah dengan tertib, memiliki akhlak yang mulia dan bermuamalat dengan baik. Ibadah seseorang tidak akan diterima oleh Allah kalau tidak dilandasi dengan aqidah. Seseorang tidaklah dinamai berakhlak mulia bila tidak memiliki aqidah yang benar.
Fungsi aqidah antara lain:
a. Sebagai pondasi untuk mendirikan bangunan Islam.
b. Merupakan awal dari akhlak yang mulia. Jika seseorang memiliki aqidah yangkuat pasti akan melaksanakan ibadah dengan tertib, memiliki akhlak yang mulia, dan bermu’amalat dengan baik.
c. Semua ibadah yang kita laksanakan jika tanpa ada landasan aqidah maka ibadah kitatersebut tidak akan diterima.
C. Dasar dan tujuan aqidah islam
Dasar aqidah islam adalah Al-qur’an dan As-sunnah shahihah (al-hadist). Hal ini dapat dipahami secara logis, bahwa Allah sang pencipta telah menciptakan manusia sesuai dengan kapasitasnya. Dan Allah telah menyiapkan bagi manusia itu segala “perangkatnya”. Dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini semua ada dalam Al-qur’an dan ajaran Nabi saw. Yang termaktub dalam hadist-hadist.
Adapun tujuan aqidah islam, yaitu terwujudnya kehidupan manusia yang tentram, damai, dan tenang untuk menuju kehidupan yang lebih baik di dunia dan terutama diakhirat nanti.
Sebagaimana teelah disebutkan diatas, bahwa landasan dan dasar aqidah islam adalah Al-qur’an dan As-sunnah , maka Allah menegaskan dalam firmannya Surah an-Nahl[16] ayat 36.
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
D. Prinsip–Prinsip Aqidah Dalam Agama Islam
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Aqidah merupakan beberapa prinsip keyakinan. Dengan keyakinan itulah seseorang termotivasi untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agamanya. Karena sifatnya keyakinan maka materi aqidah sepenuhnya adalah informasi yang disampaikan oleh Allah Swt. melalui wahyu kepada nabi-Nya, Muhammad Saw.
Pada hakikatnya tetap bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah. Allah menganugerahkan kebijakan dan kecerdasan berfikir kepada manusia untuk mengenal adanya Allah dengan memperhatikan alam sebagai bukti hasil ciptaan-Nya Yang Maha Kuasa. Sumber aqidah Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Akal pikiran tidaklah menjadi sumber aqidah, tetapi hanya berfungsi memahami nash-nash yang terdapat dalam kedua sumber tersebut dan mencoba –kalau diperlukan – membuktikan secara ilmiah kebenaran yang disampaikan Al-Qur’an dan Sunnah. Jadi aqidah berfungsi sebagai ruh dari kehidupan agama, tanpa ruh/aqidah maka syari’at/jasad kita tidak ada guna apa-apa.
B. Saran
Dalam makalah ini masih banyak yang harus kita pelajari, kami dari kelompok II berharap bagi mahasiswa semua bisa lebih dalam lagi untuk mempelajari aqidah islam, karena aqidah merupakan bagian dari ruh kehidupan kita.