Tamsui, Taiwan. Hari ini.
Terjadilah perdebatan sengit antara aku dan dia. Dia dengan bangga menyebut ini adalah senja. Aku pun berteriak, jika ini bukan senja. Senja tak seterang ini, senja tak sepanas ini.
"Tunggulah 2 sampai 3 menit. Semua akan indah, kita tidak bisa memaksa sesuatu supaya cepat terjadi sebelum waktunya. Entah bagus atau tidak, semua punya masanya."
Ternyata benar katanya. Senja indah pun datang, tanpa sempat memotret lagi.
Dia berpamitan ....
"Secepat inikah?!!" Tanyaku setengah berteriak.
"Ya, seperti senjamu yang hadir hanya sesaat, namun selalu meninggalkan banyak makna."
Dia pun melangkah pergi. Melambaikan tangan lewat dinding kaca dalam kereta.
Jauh di tempat lain? Seseorang pun merinduimu melalui senja ....