LUKA, TETAPLAH LUKA

jassy(49)
Published in
#esteem
Words
189
Reading
1 min
Listen
Play
8y

image

Selalu ada maaf setiap ada salah. Selalu ada kesempatan pada tiap waktu. Namun sekuat apa pun kita menutup bekas luka, ia membekas. Tugas kita hanya satu, pandai menutupi luka tersebut.

Jangan selalu berharap, luka hilang hanya karena maaf. Maaf dan luka adalah dua sisi yang berbeda. Jika maaf adalah kewajiban kita sebagai sesama makhluk hidup saling memaafkan, namun luka adalah kejadian di mana bekas dan sisa itu ada. Bukti jika pernah terjadi suatu insiden. Entah luka di kulit atau pun luka hati.

Tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Semua orang pernah punya luka. Pernah memberi luka, dan kita hanya cukup minta maaf, memaafkan lalu jadi yang lebih baik. Ibaratkan cermin retak. Kita tak mampu berjuang agar cermin itu utuh seperti sedia kala, itu mustahil. Kecuali ada keajaiban dari Yang Kuasa. Sekuat apa pun kita memperbaiki ... luka tetaplah luka. Retak tetaplah membekas.

image
photo

Menikmati luka ....
Seperti menikmati ratusan tombak menancap di ulu hati. Merawat luka? Agar bekas tak seburuk hati. Yang retak biarkan retak. Cukup dilihat dari segi lain. Karena cermin yang retak pun memiliki seni. Dan hati yang retak? Apakah akan kehilangan mimpi. Entahlah ....
image

jassy@jassy

LUKA, TETAPLAH LUKA | Ecency