Pentingnya Melatih Tutor Sebaya

Words
336
Reading
2 min
Listen
Play
8y

Tanpa sengaja, saya mendapati si Annisa Zega sedang membahas soal dengan Abdul Zega. Padahal, biasanya si Annisa ini terlihat cenderung pasif di kelas. Kedua siswa ini memang berasal dari daerah yang sama, salah satu kota terindah di Sumatera Utara, kota Sibolga.

Zega merupakan salah satu marga kepunyaan suku nias. Secara geografis, Pulau Nias lebih dekat dijangkau ke arah utara melalui Pelabuhan di Sibolga. Oleh karena itu, banyak juga orang Nias telah berdomisili di Sibolga.

Saya mulai berpikir, apa mungkin si Annisa ini merupakan contoh dari anak yang lebih suka belajar bersama temannya dibanding dengan gurunya?

Belakangan, saya mulai merasakan perkembangan kemampuan akademik anak ini. Perlahan tapi pasti, dia menyelasaikan ujian-ujian secara tuntas.

Dari pengalaman di atas, saya akhirnya melakukan program pelatihan Mentor untuk menyiapkan pembelajaran melalui Tutor Sebaya. Saya menunjuk beberapa siswa/i yang memiliki potensi dan bakat menjadi pengajar cilik untuk teman-temannya.

Selama pelatihan, saya perlu memastikan agar calon mentor untuk temannya ini dapat melakukan tugasnya dengan baik. Mereka dibekali dengan ilmu yang mendalam seputar pelajaran yang berkaitan dan cara mengajarkan secara efektif.

Tujuan melatih Mentor untuk tutor sebaya ini tidak semata-mata hanya untuk menuntaskan kompetensi dasar peserta didik sebagai objek. Juga, untuk membina siswa/i calon mentor tentang cara berbicara di depan khalayak ramai.

Awalnya, mungkin mereka akan terlihat gugup menjadi objek perhatian teman-temannya. Bisa jadi gemetara, keringatan, bicara terbata-bata, salah tingkah, garuk-garuk kepala, dan gerakan grogi lainnya. Lama-lama, mereka akan terbiasa hingga terampil memposisikan diri sebagai public figure di masa yang akan datang.

Belajar tentang Steemit pun demikian. Kita tidak bisa menutup diri menahan gengsi untuk belajar dari teman Steemian yang lain. Entah itu senior, sebaya, atau bahkan junior. Selagi masih bisa belajar secara efektif, kenapa tidak? Toh yang merasakan efek positifnya kita juga kan?

Itulah contoh usaha saya dalam menjalankan tugas sebagai guru. Saya tetap mencari cara yang paling efektif demi membelajarkan siswa. Tidak peduli cara kuno maupun cara modern, saya harus mencobanya. Semoga Allah melancarkan proses perjuangan kami dalam menuntut ilmu hingga memberi keberkahan terhadap penerapannya nanti.

Terima kasih sudah membaca.
Salam pendidik.

Pentingnya Melatih Tutor Sebaya | Ecency