Keahlian ini berhubungan dengan soal menyelaraskan sajak dengan musik, dengan memotong-motong suara sesuai dengan ukuran mapan yang sudah dikenal, yang menyebabkan suatu suara yang dipotong-potong dan diputus-putus menjadi lagu suatu mode ritmis.
Ritmis ini lalu dikombinasikan sesuai dengan ukuran-ukuran yang sudah diterima. Maka kedengarannya menjadi enak atau menyenangkan karena harmoninya itu dan kualitas yang harmoni itu memberinya kepada suara-suara. Sebabnya telah diterangkan di dalam ilmu musik bahwa suara-suara ada ukurannya : satu nada, setengah nada, seperempat nada, seperlima nada dan ada yang sepersebelas nada.
Ketika diperdengarkan ukuran-ukuran ini berbeda-beda terdengar dari yang sederhana kepada kompleks. Tidak setiap suara yang kompleks enak kedengarannya, akan tetapi setiap suara yang enak kedengarannya memiliki susunan nada khusus, yang telah disimpulkan oleh para ahli musik. Mereka telah membicarakannya dalam buku tersendiri.
Musik yang ditimbulkan oleh mode-mode ritmis dapat ditambah dengan memutus-mutus suara lain yang berasal dari benda-benda keras, baik dengan memukul atau meniup instrumen yang dibuat dengan maksud tertentu. Musik instrumental seperti itu bisa menambah enak untuk didengarkan dan alat-alat instrumen itu sekarang sudah banyak jenisnya.