PENEMUANNYA YANG DIAKUI DUNIA TAPI TERSISIH DI NKRI
Siapa yang tidak kenal sosok yang satu ini, bukan hanya di Indonesia namun beliau terkenal dan diakui di dunia Internasional. Ilmuan sekaligus Presiden ke tiga Negara Republik Indonesia, Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng atau yang lebih dikenal dengan BJ. Habibie ini merupakan salah satu orang yang sangat berpengaruh dalam dunia penerbangan internasional. Beliau menemukan teori, faktor, dan metode Habibie dalam teknologi pesawat terbang. BJ. Habibie yang juga dikenal sangat romantis dan setia pada pasangan hidunya ini dikenal sebagai sosok yang sangat jenius dalam dunia auronautika. Beliau mengawali karir di dunia yang membesarkan namanya tersebut di negara Jerman. Sabagai seorang penemu, nama Habibie pun masuk dalam salah satu pemegang hak paten dunia dari beberapa penerbangan. Hasil karyanya telah di akui dan di jadikan beberapa rujukan oleh beberapa produsen pesawat terbang dunia. Salah satu buah pemikiran jenius beliau adalah teori keretakan pesawat yang kemudian menjadi standar internasional. Pada teori tersebut beliau berhasil menghitung keretakan dengan rinci sekali sampai pada hitungan atomnya. Teori yang kini dipakai dunia tersebut membuat resiko kecelakaan pesawat semakin berkurang dan perawatanya akan semakin mudah dan murah. Berkat jasa-jasanya terhadap penerbangan dunia internasional dan juga pernah berjasa dalam penerbangan di Jerman, BJ. Habibie diberi penghargaan sebagai warga kehormatan negara Jerman.
Ilmuan Indonesia yang menghebohkan dunia karena kejeniusannya lainnya adalah Yogi Ahmad Erlangga. Yogi merupakan ilmuan yang ahli dalam bidang matematika yang berhasil memecahkan salah satu rumus matematika tersulit di dunia yaitu rumus Hemlholtz dengan menggunakan metode matematika numerik. Bagi kalangan ilmuwan, Persamaan Helmholtz penting karena dapat digunakan untuk mengintepretasi ukuran-ukuran akustik dalam survei cadangan minyak. Yogi berhasil menemukan solusi atas Persamaan Helmholtz pada Desember 2005, saat masih menjadi dosen di ITB, ia berhasil memecahkan persamaan tersebut. Ketika itu, ia tengah menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Metode baru yang ditemukannya untuk menyelesaikan Persamaan Helmholtz membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan metode temuan Yogi, perusahaan minyak dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumus ini juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam. Selain itu, Persamaan Helmholtz juga diterapkan pada teknologi Blu-Ray, yang membuat keping Blu-Ray bisa memuat data dalam jumlah yang jauh lebih besar. Walau keberhasilannya ini sangat penting bagi masyarakat dunia, beliau ternyata amat rendah hati. Ia bahkan tak ingin mematenkan temuannya. Menurutnya, mematenkan temuan tersebut hanya akan menghambat perkembangan riset selanjutnya.
Sosok lelaki bernama Ir. Adi Rahman Adiwoso, M.Sc. merupakan ilmuan asal Indonesia yang sangat berjasa dalam bidang Aeronautika. Lelaki kelahiran 26 Juli 1953 di Yogyakarta ini merupakan lulusan perguruan tinggi di Bachelor of Science dari Universitas Purdue, Amerika Serikat (tahun 1975) dan Master of Science Bidang Aeronautika dan Astronautika, Institut Teknologi California, Amerika Serikat. Setelah itu beliau magang di bagian perakitan satelit Hughes Aircraft, salah satu kontraktor pertahanan internasional terbesar yang basisnya ada di California. Setelah 8 tahun magang, Adiwoso pulang ke tanah air dan mulai melahirkan penemuan-penemuan baru, terutama dalam bidang Aaeronautika. Beliau menemukan Alat telekomunikasi bebas blank spot dan hemat tempat berkat ide memasang satelit telekomunikasi di orbit geostationer. Dengan hasil temuannya memungkinkan komunikasi handphone mampu dilakukan di mana saja, walaupun jaringan kabel belum menjangkau dan telepon seluler kehilangan sinyal. Di lintasan imajiner yang letaknya 36.000 km di atas permukaan bumi itulah, Adi menempatkan satelit Garuda 1. Satelit gagasannya itu berbobot 4,5 ton yang dilengkapi dua antena payung kembar selebar 12 meter dan mampu menjangkau sepertiga kawasan dunia. Karena ukurannya cukup besar, intensitas pancaran sinyalnya juga cukup besar. Dan kabarnya , peluncuran satelit sipil terbesar di dunia pada Februari 2000 itu mengejutkan operator telepon satelit dunia. Karena seluruh satelit telekomunikasi dunia diluncurkan di orbit rendah (600 – 1.000 km) dan menengah (7.000 – 10.000 km).