Ketika Ta'aruf, komunikasi dibatasi.
Tidak boleh berkomunikasi via apapun, kecuali memang membicarakan persiapan pernikahan.
Kalau cuma sapa lewat chatt "hai" atau nanya "Ukhty udah makan belom ? Nanti sakit loh".
Itu modus namanya.
Pertama-tama nanya gitu, terus jadinya saling memuji "Ih Ukhty perhatian banget".
Terus akhirnya baper-baperan, kangen-kangenan, saling curhat, nggak sabar nunggu hari H, Yaaa.....itumah apa bedanya sama pacaran ?
Komunikasi ta'aruf itu kesempatan kita untuk menggali informasi sedalam-dalamnya tentang si calon, mulai dari visi-misi hidupnya, hingga caranya memecahkan masalah yang mungkin kita hadapi di saat rumah tangga nanti.
Baiknya segala pertanyaan yang kita punya, di catat, tujuannya agar kita tidak lupa menanyakan pertanyaan itu, ketika proses tanya jawab secara langsung (di sertai wali/pendamping), sehingga meminimalisir komunikasi via telpon yang akan membuka peluang pertanyaan tidak penting lainnya.
Kalaupun ada yang ingin kita ketahui tentang kesehariannya, bisa tanyakan melalui walinya, teman dekat, atau salah satu pihak keluarganya, baik itu Umi, Abi, paman, abg/adiknya.
Komunikasi saja dibatasi, lah ini kok berani mengumbar kata mesra ?
Itu Ta'aruf atau modus pacaran syar'i ?
Cuma ngingatin jeee.