Potret Jalan Margonda dalam Puisi

Words
311
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Apakah Anda pernah ke kota Depok? Atau barangkali Anda bermukim di kota Depok? Jika jawabannya ya, bukan tidak mungkin Anda pernah melintas di Jalan Raya Margonda. Barangkali banyak yang belum tahu apa atau siapa itu Margonda? Margonda adalah seorang pahlawan, jadi Jalan Raya Margonda diambil dari nama seorang pahlawan. Guna menghormati dan menghargai jasa dan perjuangannya, pemerintah kota Depok mengabadikan Margonda sebagai nama jalan.

IMG_20180316_101732_812.JPG
Foto: Kompas.com

Itulah sekilas tentang nama Jalan Raya Margonda. Saya tidak akan mengulas tentang siapa Margonda, mungkin lain kali saya akan menuliskannya. Seperti halnya seperti puisi saya di bawah ini. Di dalam puisi ini, saya hanya memotret Margonda sebagai sebuah nama jalan raya. Ya, jalan raya yang menghubungkan kota Depok dengan Jakarta. Sebagai penyangga ibu kota, kota Depok semakin berkembang dengan pesat. Urbanisasi tak bisa ditolak.

JALAN MARGONDA

I
Di segugus pagi, keramaian telah tumbuh
Di tubuhmu yang masih beraroma embun

Angin berkesiur dari celah gedung
Kulihat batang-batang akasia mengkelung

Lampu lalu lintas menyala hijau
Orang-orang bergegas menuju rantau

Sekelompok burung-burung awan
Mematuki mimpi gelandangan yang rawan

Sebujur tubuhmu menjulur ke Jakarta
Menghela bunyi klakson dan kegaduhan jam kerja

II
Di sepetak siang, tubuhmu makin gaduh
Pedagang kaki lima menyeka peluh

Ada anak-anak menembang
Di trotoarmu yang gersang

Sebaris senyum di bibir tanpa lipstik
Segera menjelma bunga-bunga plastik

Tak kudengar lagi lagu-lagu dolanan
Dari kearifan lokal tak sekadar permainan

Tubuhmu adalah hikayat-hikayat tua
Di antara deru derum knalpot angkutan kota

IMG_20180316_101828_114.JPG

III
Di sejengkal malam, ruang yang kelam
Usia senantiasa ditikam-tikam jarum jam

Seruas jalan, sebatang kenangan
Timbul-tenggelam dalam ingatan

Aku termangu serupa bunga yang layu
Teronggok, tak diperhatikan, di sudut tubuhmu

Wajahmu gemerlapan, seribu kunang-kunang tersingkir
Disorot lampu-lampu kafe, hotel dan pasar-pasar grosir

Di depan gerai spa dan salon kecantikan
Seseorang berburu Pokemon di bawah rembulan

Depok, 2016

Pokemon: permainan digital yang diciptakan John Hanke.

Terimakasih untuk sudah membaca.........

Depok, 16 Maret 2018
Iman Sembada | imansembada@imansembada

Potret Jalan Margonda dalam Puisi | Ecency