Antara guru dan murid

hero1(13)
Published in
#history
Words
277
Reading
2 min
9y
Listen to this post
~2 min

image

KISAH HUBUNGAN ANTARA GURU DAN MURID

Betikut kisah yang saya dapatkan dari seorang teman, dan sedikit saya edit lalu saya posting kembali untuk ikhwan sekalian. Semoga dari kisah ini banyak faedah yang bisa kita peroleh. Diceritakan, ada seorang murid daripada Guru Mulia Sayyidil Habib Umar ibn Hafidz --hafidzahullahu ta'ala-- yang awalnya mempunyai rasa ta'alluq (ikatan hati) yang erat kepada beliau. Namun, sepulang ia ke asalnya, ia merasa sangat jauh; sudah tidak memiliki ikatan lagi kepada gurunya. Ia bermaksiat, bahkan ia seakan lupa dengan ajaran gurunya itu, seperti bukan seorang murid lagi.

Pada suatu hari, al-Habib Umar pun berdakwah ke daerahnya dan ia mengetahui bahwa gurunya itu akan datang berdakwah, ia sangat senang tetapi di sisi lain ia takut dan malu untuk bertemu al-Habib Umar, lalu ia pun berupaya menghindar agar tidak bertemu kepada beliau. Tetapi, ternyata Allah mentakdirkan suatu yang tidak disangka, ia tidak sengaja bertemu al-Habib Umar, lalu beliau mengajaknya bersalaman, ia sangat malu. al-Habib Umar pun tersenyum kepadanya dan berkata dengan ucapan yang tidak pernah terbayang olehnya, "THIR YA THAIR HABLAK MA'ANA (Artinya, Terbanglah wahai burung talimu (akan tetap) bersama kami)."

image

Adapun maknanya, "Engkau bebas berbuat apapun sesukamu, bahkan maksiat sekalipun. Tetapi, ketahuilah talimu berada di tanganku, kapanpun aku ingin menarikmu kembali, aku mudah untuk melakukannya."

Oleh karenanya, perlu kita ketahui juga bahwa ikatan yang sudah terjalin tidak akan pernah terputus. Inilah bentuk inayah (perhatian) dari seorang guru, dari orang tua, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tanpa disadari saat kamu melakukan perbuatan yang kurang baik sekalipun, kamu akan ditegur. Kamu seperti burung yang kakinya terikat, tidak akan terlepas meski kamu terbang ke manapun. Masya Allah, semoga dari kisah ini memberikan faedah untuk kita semua.

Antara guru dan murid | Ecency