Yesterday, I watched a documentary film about Hitler-Youth (Hitler-Jugend). That was a good and interesting documentary film and showed the testimony from ex-members of Hitler-Youth. They told about their's experience when joined Hitler-Jugend with enthusiastic. Most of them come from villages and Hitler-Youth was one of a ticket to get a better education and outbound activity considering at that time German was suffered after lost in World War I and economic crisis. I saw that documentary film, they were purely innocent young people who wanted to get a better life but the Nazi party educated them preparing for war. The ex-members Hitler-Youth told that they joined Hitler-Youth without political motif and purely to get a chance for better life, they became aware that they prepared for the war after German attacked Rusia when many members of Hitler-Youth be empowered as soldiers, labors or civil defense.
This film documentary make remember the young and teenagers who were trained by a hardline religious sect to hate others who do not have the same ideology such as ISIS. The incident terrorist attack where occurred in Surabaya, and there were teenager and child as a doer. These young people were brainwashed by their parents who also were killed as a doer in that incident. So that is why important to prevent radical ideology through education and give awareness to every family do not involved with radical movement and stay away from their ideology. (hpx)
Kemarin, saya menonton film dokumenter tentang Hitler-Youth (Hitler-Jugend). Itu adalah film dokumenter yang bagus dan menarik dan menunjukkan kesaksian dari mantan anggota Hitler-Youth. Mereka menceritakan tentang pengalaman mereka ketika bergabung dengan Hitler-Jugend dengan antusias. Sebagian besar dari mereka berasal dari desa dan Hitler-Youth adalah salah satu tiket untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan kegiatan outbond mengingat pada saat itu Jerman menderita setelah kalah dalam Perang Dunia I dan krisis ekonomi. Saya melihat film dokumenter itu, mereka benar-benar orang muda yang tidak berdosa yang ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik tetapi partai Nazi mendidik mereka mempersiapkan perang. Mantan anggota Hitler-Youth mengatakan bahwa mereka bergabung dengan Hitler-Youth tanpa motif politik dan murni untuk mendapatkan kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik, mereka menjadi sadar bahwa mereka siap untuk perang setelah Jerman menyerang Rusia ketika banyak anggota Hitler-Youth diberdayakan sebagai tentara, buruh atau pertahanan sipil.
Film dokumenter ini mengingatkan remaja dan remaja yang dilatih oleh sekte agama garis keras untuk membenci orang lain yang tidak memiliki ideologi yang sama seperti ISIS. Insiden serangan teroris di mana terjadi di Surabaya, dan ada remaja dan anak sebagai pelaku. Orang-orang muda ini dicuci otak oleh orang tua mereka yang juga terbunuh sebagai pelaku dalam insiden itu. Maka itulah mengapa penting untuk mencegah ideologi radikal melalui pendidikan dan memberikan kesadaran kepada setiap keluarga tidak terlibat dengan gerakan radikal dan menjauhi ideologi mereka.(hpx)