Bergunjing di belakangku

Words
379
Reading
2 min
Listen
Play
4y

Awal bulan Agustus semoga prediksi BMKG kali ini tepat. Sudah 2 bulan aku hidup mencari rejeki, sampai detik ini belum terkumpul satu rupiah pun untuk bekal pulangku nanti.

Aku dan temanku menyambut dengan gembira, semoga secepat mungkin uang itu bisa terkumpul.
Ada dua titik cahaya harapan kali ini.
Yang satu berbentuk virtual semoga suatu saat nanti apa yang aku pelajari bisa jadi pohon penghasilan. Yang sekarang bisa aku lakukan hanya rajin belajar dan belajar.

Cita-cita tak tinggi dan tak muluk-muluk hai HIVEku sayang, aku hanya ingin sedikit merubah pola pikirku yang saat ini hanya mengandalkan ototku.

Kerja keras dan kerja cerdas, sebuah kesatuan yang ada pada setiap pribadi masing- masing.
Aku termasuk beruntung sampai pada titik ini, berkat teman baikku.

Banyak faktor pendukungku, aku harus tetap exis di segala bidangku.

Berdagang dan bekerja nyata, ini adalah satu pendukung yang kadang lupakan.
Aku belum berani melepas pekerjaan yang menguras tenagaku ini. Aku masih jadi ikan kecil yang masih butuh waktu lama.

Tapi faktor pendukung HIVEku ini tak selalu mulus. Hanya di musim panas begini, aku bisa benar-benar menikmati pekerjaanku.

Satu badan pegang dua pekerjaan, terkadang aku merasa terseret tapi aku tak akan melepaskan salah satunya.

Aku tahu ada salah satu alternatifnya, seperti scheduled for misalnya, pernah aku di usulkan menggunakannya. Aku mengibaratkan memosting seperti menyuplay yang akan di atur jam tayangnya.

Mantap juga sih, terkadang dalam menulis kata-kata mata dan badanku tak bersahabat. Yang aku lakukan saat ini hanya exis sebatas kemampuan badanku saja.

Maaf kalau anda postingan saya kali ini, hanya berisi curahan hati saya.

Karena anda temanku, karena anda tempat aku bercerita dan dari anda aku bisa mendengar cerita dan kisah di luar sana.

Aku ingin berbagi cerita dengan temanku yang nyata, tapi teman saya saat ini sedang sibuk dengan keluhannya sendiri.

Mereka berdua adalah temanku, yang sedang asyik mempergunjingkan apa yang di rasakan sekarang. Mereka hanya menyalahkan efek politik di negeriku.

Aku menjawabnya dengan yang simpel-simpel saja.
" jangan ngomongin politik, presiden tidak mungkin memikirkan satu persatu rakyatnya"

" tidak ada gunanya, kalau apa yang terjadi hari ini hanya untuk di perbincangkan saja"

"Tuhan tidak akan merubah nasibmu, sebelum kamu sendiri merubah jalanmu"

Sayangnya aku belum bisa membuktikan, apa yang selalu aku bangga. HIVEku sayang semoga suatu saat nanti denganmu aku bisa besar seperti anda.

Terima kasih

Bergunjing di belakangku | Ecency