Terburuk I Puisi

Words
94
Reading
1 min
Listen
Play
8y

IMG-20181104-WA0013.jpg

Terburuk

Sekuat tenaga ku mengayuh, mengikuti jejak langkah hari
Tiba - tiba ku terjatuh, mencium kerasnya aspal pagi
Mentari pun tertawa tinggi, kurasa kesal sendiri
Ia terus mencibir, tertawa memuaskan hasrat hati

Kami pun beradu, bergulat bersama asap pedih
Langit bergemuruh, coba melerai kami
Namun kehampaan membuat kami terpuruk
Hati pun terasa semakin memburuk

11 - 11 - 2018
Ciparay

Ini malam yang indah meski hujan terus turun
Kerinduanku akan dirimu mulai tertanam seperti pupuk padi
Aku tahu sudah lama aku tak menulis puisi biru
Namun aku akan selalu menemanimu disini bersama malam ini.

DQmakqaCLDiaseHjT5K1d8rHrVnhQdsR7oq7ZRgvoE7HrtU.gif

Terburuk I Puisi | Ecency