Baiklah kali ini saya akan mencoba menulis tentang: Steemit, Wadah Narsisnya Para Penulis. Kalau seorang pelukis punya galeri, fotografer punya studio. Nah, kalau bagi profesi bernama penulis, apa yang bisa dijadikan sebagai wadah pamer karya? Menulis sebuah buku tentu ada proses seleksi dari penerbit, menulis di surat kabar sama saja. Dibandingkan dengan profesi pelukis dan fotografer bisa dibilang lahan berkarya untuk penulis masih terbatasi oleh “kuasa” dari surat kabar atau penerbit.
Namun seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, hadir satu terobosan teknologi bernama internet. Selanjutnya pada tahun 2016 muncullah steemit yang di dirikan oleh Ned Scott dan Dan Larimer, sebuah jurnal yang bisa dikelola secara pribadi dan dipulikasikan dengan sangat sederhana. Yap ini dia jawaban dari pertanyaan di atas tadi! Steemit pada awal kemunculannya sebagian besar hanya menjadi jurnal pribadi semata, namun semakin lama Steemit dan Steeminer (pemilik steemit) berkembang secara kuantitas maupun kualitas, kuantitas diindikasikan dari jumlah mereka yang terus bertambah (kabarnya kini sudah ada 1 juta steeminer di Indonesia) dan semakin banyak steemit yang tadinya bersifat pribadi (personal steemit) berubah menjadi miner steem (tambang koin steem), miner steem ini juga lahir dari steemit-steemit baru yang banyak bermunculan dan menjadi pertanda bahwa steemit telah menjadi wadah bagi para penulis untuk memamerkan karyanya.
Kembali kepada soal steemit sebagai wadah memamerkan karya para penulis, biasanya akan muncul pernyataan bahwa mereka yang hanya menulis di steemit belum bisa dikatakan sebagai penulis. Hellow.. memangnya siapa yang berhak memfonis seseorang sudah jadi penulis apa belum? Apakah ada lembaga formal yang berhak memberikan gelar “penulis” kepada orang bergelut di dunia kepenulisan? Novelis senior N.H. Dini saja dengan berani mencantumkan “penulis” dalam kolom pekerjaan di KTP-nya tanpa harus menunggu diberi gelar “penulis” oleh orang lain. Artinya apapun wujud karya kita dalam bentuk tulisan, ketika kita sudah konsisten di sana maka sudah selayaknya dan sewajarnya kita menyatakan bahwa diri kita adalah seorang penulis! Ini hanya masalah stigma dari masyarakat saja, yang sebenarnya bisa dikatakan salah kaprah. Maka istilah untuk seorang penulis sebenarnya ada dalam 4 kategori berikut (saya kutip dari buku “Cara Dahsyat Jadi Penulis Hebat” Karya Jonru):
- Penulis profesional, yakni orang yang mencari penghasilan dari kegiatan menulis.
- Penulis amatir, yakni orang yang hanya menjadikan menulis sebagai hobi belaka.
- Penulis pemula, yakni orang yang baru belajar menulis.
- Penulis senior, yakni penulis yang sudah berpengalaman.
- Nah silahkan di pilih posisi anda berada pada nomor berapa sebagai penulis?
Saya pikir sah-sah saja dan silahkan, kalau setelah membaca artikel ini pun anda masih ingin menjadi penulis yang dikenal dari ratusan karyanya di media cetak atau buku. Karena memang pada kenyataannya kedua media ini pun memang masih laku, namun steemit sebagai bagian dari internet punya kekuatan yang tidak kalah dahsyatnya dengan media berbentuk cetak. Tinggal bagaimana anda memanfaatkannya secara optimal.
Banyak kemudahan-kemudahan seperti ini yang mungkin tidak anda dapat di media cetak :
- Di steemit, anda bisa berinteraksi langsung dengan pembaca tulisan anda lewat kolom komentar.
- Mereka yang membaca tulisan atau berinteraksi dengan anda, bisa jadi orang yang belum anda kenal sama sekali atau bahkan orang dari segala penjuru dunia.
- Anda juga berhak menentukan kapan tulisan ini akan dimuat lalu menentukan tata letak dan desainnya agar semakin menarik dibaca.
Kemudahan yang disebutkan di atas mungkin hanya sebagian kecil saja, kalau terus digeluti dengan konsisten bukan tidak mungkin steemit benar-benar bisa menjadi portofolio karya kita sebagai penulis yang bisa bermanfaat di kemudian hari. Yang paling penting selain menulis karya, kita dapat bayaran yang setimpal dengan tulisan yang kita buat.
Demikian yang bisa saya tulis, jika anda merasa tulisan ini menarik silahkan di Upvote, atau berikan komentar supaya saya bisa tau apa yang anda pikirkan. Terima kasih.
Dont forget Follow me @fedrihidayat