Foto: Pixabay
Dulu, ia mau saja menerima perempuan itu sebagai pendamping hidupnya. Selain karena ada peran kedua orang tua dari kedua belah pihak yang tak mungkin ditolaknya, perempuan itu juga dinilainya cukup cerdas dan cantik. Namun tetap saja ia tidak berada dalam lingkaran perasaan apapun saat itu. Bahkan saat diminta pendapatnya tentang perempuan itu.
Dalam perjalanan mengarungi waktu, ia merasakan betul bahwa ternyata perempuan itu tidak pernah bisa menjadi perempuannya. Ia punya ruang-ruang tertentu dalam hatinya tetapi perempuan itu tak bisa memasukinya. Ia bukan tidak pernah mencoba untuk membuka ruang-ruang tersebut. Pernah, berkali-kali. Tetapi ia terpaksa harus menutupnya kembali. Entah kenapa, ada saja bagian dari dirinya yang lain untuk mengingkarinya. Selalu saja begitu.
Pernah terlintas tanya di benaknya, apakah perempuan itu juga merasakan seperti apa yang dia rasakan? Apakah perempuan itu pernah punya keinginan untuk bertanya tentang ada apa dengan tatapannya yang begitu memilukan? Atau barangkali, menyadari hal tersebut saja tidak pernah terlintas di benak perempuan itu. Dan waktu seperti telah menelan semuanya. Perempuan itu sepertinya bahagia bersama dirinya. Ia hanya menduga-duga, karena ia pun tidak ingin bertanya.
***
Tetapi sekarang, ia menginginkan perempuan itu. Seperti remaja yang sedang jatuh cinta.
Tentu ini salah, pikirnya.
Ia tak mengerti, perasaan apakah yang tiba-tiba menghampirinya. Sesuatu yang aneh, barangkali. Sesuatu yang membuatnya ingin selalu menghabiskan waktu dengan perempuan itu. Memandang mata perempuan itu lama-lama dan menyelam ke dalam telaga beningnya. Lalu ia akan bercerita tentang dongeng-dongeng cinta yang romantis. Dongeng cinta yang beraroma bunga dan berakhir bahagia. Memeluk tubuh perempuan itu erat dan takkan dilepasnya lagi. Anehkah bila ia punya perasaan seperti ini? Pada perempuan yang telah mengisi hari-harinya selama sepuluh tahun? Ah, barangkali ia yang berlebihan. Andai saja ia mau meneriakkan keanehan ini pada dunia, mungkin seisi dunia akan menertawakannya.