Pedalaman daerah Aceh menyimpan banyak sekali keindahan alam. Salah satunya yakni Air Terjun Ceuraceu Krueng Ayon di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Saya berkesempatan pergi mengunjunginya bersama teman-teman dari salah satu komunitas yang ada di Aceh.
Sebelum pergi ke air terjun ini, sebelumnya kami menginap di kebun salah satu teman yang memang asalnya dari sampoiniet ini. Kebetulan saat itu sedang lagi musim durian, hal itu pun tak kami sia siakan.
Untuk ke air terjun harus menempuh jarak sekitar lebih kurang 1 jam, dimana kita bisa memakai kendaraan bermotor untuk datang ke air terjun itu sambil melewati perkebunan sawit yang banyak sudah tidak terpakai lagi hutan dan sungai. Jaraknya cukup jauh, tapi medannya tidak terlalu berat. Jalan yang harus dilewati cukup datar. Cuma harus sedikit berjuang sewaktu turun dan naik menyeberangi sungai.
kebetulan kami pergi kesana dengan penduduk lokal jadi perjalanan kesana tidak sesat. Ya walaupun jalannya masih belum semua aspal. Banyaknya hanya tanah kuning saja, saat itu sempat hujan dan beberapa jalan sempat tergenang air dan juga becek akibat lumpur.
Namun setelah kita sampai disana, semua itu akan terbayar sudah dengan keindahan air terjun krueng ayon ini. air terjun setinggi sekitar 20 meter. Inilah Air Terjun Ceuraceu Krueng Ayon. Ketinggian air terjunnya mencapai 30 meter lebih kurang. Saat ini sudah mulai banyak pengunjung yang datang ke objek wisata tersebut.
“Semoga ada perhatian dari pemerintah untuk membangun akses dan mengembangkan potensi wisata tersebut,”Ungkap Zahlul.
Menurut penuturannya, dulu daerah ini banyak warga transmigran yang tinggal. Mereka biasanya menggunakan air terjun ini untuk mandi dan kebutuhan lainnya. Namun semenjak masa konflik dulu, banyak yang pindah dan juga berpencar.
Sumber ini saya dapat, dari sahabat saya @hermawangusti
Sekian dan terima kasih sahabat steemit