ilustrasi gambar: Je Sidi
http://instagram.com/@evanys99
Hai Steemian, salam.
Ini tulisan ringan untuk hal ringan juga. Sebuah pandangan yang sangat sederhana tentang hal yang sudah dikuasai banyak orang.
Menulis adalah bagian diri yang tak terpisahkan, yang membedakan wadahnya. Menggunakan Steemit.com cukup menguras penasaran untuk memahaminya. Akan tetapi seperti kata pepatah; alah bisa karena biasa. Maka menulis di steemit mulai terasa lentur. Jangan tanya dulu tentang kualitas postingan, sebab mencari bentuk yang sesuai dengan diri juga tidaklah mudah. Maka rancahlah dahulu, akan ditemukan kesulitan dan kemudahan yang beriringan.
Belajar sembari praktik, hasilnya tentu akan menggembirakan jika ditekuni. Satu hal saja, jangan bosan. Terbata-bata bukan hal memalukan. Ini bagian dari upaya yang disebut proses. Ini masih seperti komunikasi satu arah, sebab perlu waktu untuk bisa bersosialisasi (menghibur diri ...hehe)
Coba saja lakukan dahulu, nanti akan bertemu passion sendiri, bertemu tema yang sama, teman sejalan, dan arah yang akan makin baik. Sugesti diri bahwa ini bisa dilakoni. Meski belum bertemh teman sejalan bukan berati tidak ada. Rajinlah membaca, menyigi postingan orang lain yang bagus dan tidak bagus sekali pun untuk pembanding diri sendiri dalam menulis.
Menulis untuk manfaat dan dibaca tentulah yang utama, soal lain belakangan. Tak ada usaha yang tidak ada hasilnya. Semua akan bermanfaat buat diri dan orang lain.
Menulis bahan bacaan anak sebagai bentuk apresiasi terhadap anak-anak. Kepedulian dalam bentuk menghadirkan sebuah bacaan untuk pengetahuan anak-anak. Banyak orang yang menggemari ini, apalagi sekarang sedang trend soal literasi. Literasi tentu juga dipahami dengan cara yang berbeda, tapi anak-anak membutuhkan bacaam yang informatif dan berguna untuk kehidupan mereka. Tafakuri dengan gembira.
Buku bahan bacaan anak di atas bicara tentang tokoh perempuan. Tokoh perempuan yang berjuang pada masanya dahulu dengan sikap tegas, kritis, berani, dan berisi. Rasuna Said, mengingat nama ini barangkali yang terbayang adalah sebuah nama jalan di jalan protokol Jakarta.
Semoga buku ini bermanfaat dan lolos seleksi agar dapat menjadi aalah satu bacaan anak yang terpilih. Sikap hidupnya sungguh luar biasa. Belajar tanpa henti, enyahkan banyak kendala, dan lakukan banyak hal untuk impiannya terhadap bangsa.
Dia pejuang kemerdekaan, jurnalis perempuan, orator perempuan terbaik yang dipuji Soekarno saat berpidato perjuangan di hadapan kedua pemimpin bangsa Indonesia, guru, politikus, sekaligus ibu. Berharap buku ini menginspirasi anak-anak Indonesia untuk berjuang dan berupaya lebih baik dalam menggapai cita dan impian mereka.
ilustrator: Je Sidi
http://instagram.com/@evanys99
Sederhana sekali bukan, steemian?ya..sangat sederhana. Semoga lolos seleksi...