Poetry # Mendaki Mahameru

Words
330
Reading
2 min
Listen
Play
8y

image.png
Ilustrasi Image Source

Mendaki Mahameru


“di tiap-tiap pendakian, kebekuan begitu mesra, lalu cinta akan hilang, dingin tubuhmu membunuhnya”,
kata yudhistira kepada drupadi

image.png
Ilustrasi

doa-doa burung pindah menuju tanah seberang. kota telah
padamkan sebagian lampunya. rumputan tengadah
menyambut embun. seorang lelaki bergegas jumpai
makan malam yang telat. gadis-gadis ingin segera tidur
agar besok dapat menjadi wanita. di televisi berita jack
the ripper yang dibuka kembali kasusnya. keletihan
melapukkan. sebuah sabar akan berita yang tak ada balasan. langit menangis
tanah telah jadi kurban prahara peradaban

“dharmamu tak miliki alasan membawa ragamu ke nirwana, dirimu telah meliar telanjang di ladang-ladang”,
kata yudhistira kepada arjuna

image.png
Ilustrasi

orang-orang meminta gempa, gunung berapi dan banjir
bandang. pesta kembang api anak-anak tanpa gizi yang
cukup. penguasa membaca machiavelli. negeri
perdagangkan perang, dengan rakyatnya sebagai mata
uang. di rumah-rumah tuhan orang-orang lebih suka
mencium aroma mesiu sambil baca kitab-kitab suci.

“ragamu yang menolak krama, bersarang amarah, tak pernah lahirkan kesepian. tak akan mampu melawan angkara badai beku”.
kata yudhistira kepada bima

image.png
Ilustrasi

anak-anak lahir tanpa tahu mengapa. proyektil aktif di
taman bermain. di benua hitam bocah menjadi budak di
ladang-ladang kakao orang-orang putih. di negeri lain
perempuan-perempuan kecil dicambuk terik siang
berbaris di lampu merah.


Ilustrasi

pendakian tiba di puncak. ada kabut, kita kehilangan sunset. kedinginan. kebekuan. hilang udara. Lelah
bertahan atau turun kembali.
kau harus menjawabnya, sebelum berkata: percuma!

kepahiang, 02 januari 2018


Baca Juga Puisi-Puisiku Lainnya:

  1. Agar Hari Hari Selalu Berpihak Padaku (For The Days Always Be With Me) Bilingual
  2. Kafilah, Malam Usai Berbincang dengan Yetti A.K.
  3. Menunggu (Waiting)
  4. Kabar Kabar Malam
  5. Kerangka Naskah Roman Tentang Percintaaan Yang Akhirnya Hanya Jadi Sebuah Puisi, Pun Tak Usai
  6. Orang-Orang Yang Berperang (The Warring People)
  7. Sebuah Kolam Kecil Yang Tak Bermata Air (A Small Pond Without Water Spring)
  8. Kepada Orang-Orang Yang Merenung Lalu Menaruh Harapnya Pada Mimpi

Steemit Chapter Bengkulu

emongnovaostia@emongnovaostia willyana@willyana blogiwank@blogiwank gandasucipta02@gandasucipta02
caboediwijaya@caboediwijaya derifebrianto@derifebrianto deniskurniawan@deniskurniawan arirahmadi16@arirahmadi16
sajakaditya@sajakaditya puterikurnia@puterikurnia piceska@piceska idajohan@idajohan deadewanti@deadewanti
crishaenadiana@crishaenadiana nadihariansyah@nadihariansyah

Emong Soewandi || emongnovaostia@emongnovaostia

Screenshot_3 (2).jpg

Poetry # Mendaki Mahameru | Ecency