Lemak yang dikonsumsi dalam makanan kita sehari-hari merupakan salah satu bahan makanan sumber yang dibutuhkan di dalam proses metabolisme serta menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh.
Photo: kapanlagi.com
Sudah menjadi asumsi sebagian orang bahwa mengonsumsi lemak dapat menjadi sumber penyakit yang berhubungan dengan kegemukan dan penyakit yang berhubungan dengan jantung. Asumsi tersebut benar adanya, namun lemak merupakan bagian dari kebutuhan tubuh, sel tubuh membutuhkan andil lemak.
Lemak yang dikonsumsi ada syaratnya juga, baik dari jenis dan jumlah. Sebagaimana prinsip hidup, senantiasa butuh keseimbangan, begitu pula dengan pola asupan makanan kita sehari-hari. Saat ini banyak program diet mengatasi kegemukan, karena permasalahan kegemukan semakin meningkat. program diet yang ditawarkan juga banyak yang menawarkan secara instan, yang menjanjikan dapat menurunkan berat badan secara cepat.
Photo: medicalnewstoday
Sifat lemak menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan sumber bahan makanan lainnya, memberikan rasa kenyang yang lebih lama, memberikan rasa yang lebih enak pada makanan tersebut. Jenis lemak ada berbagai macam, dari yang jenuh dan tidak jenuh, dan lemak trans.
Photo: softilmu
Lemak jenuh banyak terdapat di dalam bahan makanan hewani seperti daging, susu atau produk susu, dan minyak kelapa. Sedangkan lemak tak jenuh terdapat pada minyak zaitun, minyak kanola, buah almond, dan buah alpukat. Jenis lemak trans terdapat pada margarin, biskuit, kreker, kentang goreng, dan berbagai snack yang mengandung banyak garam. Jenis lemak tersebut direkomendasikan dikonsumsi dengan persentase yang berbeda.
Lemak tak jenuh (Photo: ahli kolesterol.com)
Jenis lemak tak jenuh dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak. Sedangkan lemak jenuh dan lemak trans dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah yang lebih sedikit, dan khususnya lemak trans dihindari sedapat mungkin.
Photo: apa perbedaan.com
Lemak trans berperan meningkatkan lemak jahat di dalam tubuh, sehingga dalam jangka lama dapat memperburuk aliran dan dinding pembuluh darah dan berefek ke jantung dan organ penting lainnya. Sedangkan lemak tak jenuh yang baik dikonsumsi misalnya lemak omega-3 seperti ikan, kacang-kacangan, biji-bijian.
Photo: tipsperawatancantik.com
Nah, konsumsi lemak dalam asupan makanan sehari-hari tidaklah dilarang, tetapi marilah lebih selektif dalam memilih jenis dan jumlah lemak tersebut.
Ayo pilih, mana lemak yang mau diajak “kencan” mana yang harus dihindari, jangan sampe mampir ke jantungmu.
Jakarta 30 Maret 2018
Salam, @elfinarachmi