Wisata Gajah Sumatera

Words
225
Reading
1 min
Listen
Play
8y

Ekowisata Gajah Sumatera menjadi daya tarik bagi wisata lokal dan domestik. Wisata ini terletak di pedalaman Kabupaten Aceh Barat.

Suci, Winggo, Abu dan Butet, inilah nama-nama gajah yang menyambut anda ketika berkunjung ke Conservation Response Unit (CRU) Alu Kuyu, Kecamatan Woyla Timur.

Gajah-gajah ini jinak, dan saya bisa bermain dengan mereka, karena gajah tersebut dijaga oleh pawang. Pawang bertugas memberi makan dan melatih gajah. Selain itu juga menjadi pemandu saya yang ingin berinteraksi dengan gajah.

Saya dapat menaiki punggung gajah dan berkeliling di sekitar hutan CRU, sebagai sennsasi ekowisata Gajah Sumatera. Saya juga dapat berfoto dengan butet dan kawan-kawan.

Banyak pengetahuan yang didapat selama berkunjung ke ekowisata Gajah Sumatera ini. Saya baru pertama sekali merasakan sensasi naik di atas punggung gajah. Saya sempat merasa khawatir dekat dengan gajah yang telah jinak tersebut. Setelah berinteraksi beberapa saat dengan gaja, semua saja takut sirna.

Empat gajah ini adalah gajah petarung untuk menghalau gajah liar yang kerap berkonflik dengan warga setempat. Namun empat gajah ini bisa menjadi sahabat manusia.

Sangat disayangkan masih sangat kurang warga yang berwisata ke tempat ekowisata Gajah Sumatera. Padahal banyak pelajaran yang bisa di dapat dari ekowisata Gajah Sumatera.

Populasi Gajah Sumatera terus berkutang, akibat terburuan gading. Hewan yang di lidungi ini, juga menjadi tunggangan raja-raja Aceh, puluhan abat yang lalu. Gajah juga menjadi binatang yang mulia di Aceh, warga menyebut dengan Teungku Rayek.

IMG-20180407-WA0035.jpg

IMG_20180407_120147.jpg

IMG-20180407-WA0031.jpg

IMG-20180407-WA0033.jpg

IMG_20180330_184812.jpg

Wisata Gajah Sumatera | Ecency