Kisah Perjalan ke Makam Teuku Umar

Words
326
Reading
2 min
Listen
Play
8y

IMG_20180326_114338.jpg

Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi. Mungkin pepatah yang ini pantas saya ucap ketika melepas kembalinya teman-teman Komuitas Steemit Indonesia (KSI) ke Banda Aceh. Alhamdulillah mereka sampai dengan selamat.

Kali ini saya memiliki kesempatan yang mungkin tidak dimiliki oleh teman-teman steemian yang lain, yaitu bisa mengikuti touring dengan sahabat KSI levycore@levycore, abduhawab@abduhawab dan ezhadolphin@ezhadolphin. Mereka menempuh perjalanan dari Kota Lhokseumawe, Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Barat. Pastinya banyak tempat yang mereka singgahi, apalagi sepanjang perjalanan barat selatan Aceh begitu indah alamnya.

Berbeda dengan saya, mereka melaksanakan touring beneran. Tapi saya hanya menemani perjalanan singkat mereka dari Kota Meulaboh menuju Makam Pahlawan Teuku Umar yang berada di Desa Meugo, Kecamatan Panton Reu atau 45 Kilometer dari Kota Meulaboh.

IMG_20180326_132154.jpg

Buat saya bukan perjalannnya yang paling penting, tapi bisa bersama dengan orang-orang yang baru saya kenal, tapi terasa seperti teman yang sudah kenal lama. Mungkin inilah yang di maksud dengan komunitas.

Selama perjalanan dari Kota Meulaboh menuju makam Pahlawan Teuku Umar tidak banyak hal yang bisa kami bicarakan, karena perjalanan kami menggunakan sepeda motor. Jadi gak bisa banyak bicara, harus fokus berkendara, sebab jalan dari Meulaboh-Tutut yang kami lalui banyak di temukan lubang-lubang dan hewan ternak berkeliaran di badan jalan.

Perjalanan kami hanya menggunakan tiga sepeda motor, saya berboncengan dengan danialves@danialves, levycore@levycore berboncengan dengan ezhadolphin@ezhadolphin, sementara abduhawab@abduhawab berkendaraan sendiri. Setiba di makam pahlawan nasional Teuku Umar, masing-masing berdoa di dalam hati di depan makan. Selain itu juga mengabadikan sejumlah momen bersejarah di sekitar makam.

IMG_20180326_130504.jpg

IMG_20180326_131226.jpg

Tidak terlalu lama di makan, kami melanjutkan kembali perjalanan pulang ke Kota Meulaboh. Dalam perjalanan sempat di guyur hujan, namun perjalana tetap kali lamjutkan,disitulah serunya touring. Saya tinggal di Meulaboh, sedangkan levycore@levycore, abduhawab@abduhawab dan ezhadolphin@ezhadolphin, masih harus melanjutkan perjalanan touring mereka kembali ke Kota Banda Aceh.

Di Kota Meulaboh kami berjumpa dan di kota ini pula kami berpisah. Tapi perpisahan bukan akhir pertemuan melainkan awal dari persaudaraan. Salam dari Keluarga KSI Chapture Barsela.

IMG-20180308-WA0000.jpg